Kisah Adhiguna Kuncoro, Peneliti Indonesia di Google DeepMind London dan Kecanggihan Gemini

Jum'at, 27 Februari 2026 - 14:48 WIB
Ketertarikannya pada AI bermula dari kamar kosnya di kawasan Ciumbuleuit, Bandung, Jawa Barat. Saat itu, ia memutuskan menulis skripsi tentang kecerdasan buatan, meski menganggap AI masih terasa jauh dan belum nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Riset Bioflok Antarkan Peneliti IPB Julie Ekasari ke Daftar 2% Ilmuwan Terbaik Dunia 2025

Rasa penasarannya tentang bagaimana komputer dapat “mengerti” bahasa manusia membawanya mendalami Natural Language Processing (NLP). Bidang inilah yang menjadi pintu masuk Adhiguna ke dunia AI yang lebih luas, khususnya pengembangan model bahasa dan pemrosesan teks berbasis deep learning.

Setelah lulus dari ITB, Adhiguna melanjutkan studi Master in Computer Science di University of Oxford (2013–2014). Perjalanannya tidak selalu mulus. Di semester awal, ia sempat tidak lulus dua mata kuliah, salah satunya justru Machine Learning. Namun kegagalan itu tidak menghentikannya. Ia bangkit dan memperdalam fondasi ilmunya.

Adhiguna kemudian melanjutkan studi Master’s in Language Technologies di Carnegie Mellon University (2015–2017). Adhiguna lalu bergabung dengan Google DeepMind di London sembari menyelesaikam kuliah untuk meraih gelar PhD in Computer Science di University of Oxford dan lulus pada 2023.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!