SMA Labschool Kebayoran Borong Penghargaan di NTU Model United Nations 2026 Singapura
Senin, 16 Maret 2026 - 08:35 WIB
Penghargaan tersebut mencerminkan kemampuan para delegasi dalam berdiplomasi, melakukan riset mendalam, serta membangun konsensus secara efektif dalam simulasi sidang yang berlangsung kompetitif dan penuh tekanan. Secara keseluruhan, sebanyak 21 delegasi dari SMA Labschool Kebayoran berpartisipasi dalam konferensi internasional tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kuat pihak sekolah dalam mempersiapkan para siswa. SMA Labschool Kebayoran memberikan fasilitas pelatihan, waktu khusus untuk latihan, serta lingkungan belajar yang mendorong siswa mencapai keunggulan akademik sekaligus memperluas wawasan global.
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, menilai kegiatan Model United Nations memberikan manfaat besar bagi pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa.
“Ajang ini dapat mengasah kemampuan berfikir kritis dan diplomasi untuk membahas isu kritis atas kejadian di seluruh dunia saat ini dan menjadi bekal yang sangat baik untuk anak muda saat ini,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (16/3/2026).
Di balik keberhasilan delegasi tersebut, terdapat proses persiapan yang terstruktur dan intensif di bawah bimbingan Suhaemah dan Farhan Anggara, serta tim pelatih profesional dari Tri Solusi Handayani Anak Indonesia (TSHAI). Selama berbulan-bulan, para siswa mendapatkan pelatihan terprogram yang mencakup prosedur parlementer, penyusunan position paper, keterampilan berbicara di depan umum, hingga strategi negosiasi.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kuat pihak sekolah dalam mempersiapkan para siswa. SMA Labschool Kebayoran memberikan fasilitas pelatihan, waktu khusus untuk latihan, serta lingkungan belajar yang mendorong siswa mencapai keunggulan akademik sekaligus memperluas wawasan global.
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, menilai kegiatan Model United Nations memberikan manfaat besar bagi pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa.
“Ajang ini dapat mengasah kemampuan berfikir kritis dan diplomasi untuk membahas isu kritis atas kejadian di seluruh dunia saat ini dan menjadi bekal yang sangat baik untuk anak muda saat ini,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (16/3/2026).
Di balik keberhasilan delegasi tersebut, terdapat proses persiapan yang terstruktur dan intensif di bawah bimbingan Suhaemah dan Farhan Anggara, serta tim pelatih profesional dari Tri Solusi Handayani Anak Indonesia (TSHAI). Selama berbulan-bulan, para siswa mendapatkan pelatihan terprogram yang mencakup prosedur parlementer, penyusunan position paper, keterampilan berbicara di depan umum, hingga strategi negosiasi.
Lihat Juga :