Tak Mudik Saat Lebaran? Ini Tips Psikolog Unesa Atasi Overthinking di Perantauan

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:44 WIB
Untuk mengatasinya, Riza menyarankan pendekatan sederhana dari Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yakni menguji apakah pikiran negatif tersebut benar adanya atau sekadar berasumsi berlebihan. Dengan melihat kondisi secara objektif, perasaan cemas bisa berkurang dan menyadari bahwa tidak

Selain itu, mengurangi paparan media sosial juga menjadi langkah penting. Melihat aktivitas mudik orang lain dapat memicu rasa tertinggal atau minder. Oleh karena itu, jeda sejenak dari media sosial dapat membantu seseorang lebih fokus pada diri sendiri. Riza juga pentingnya penerimaan diri atau penerimaan diri agar individu mampu menerima kondisi tanpa syarat dan

Lebih jauh lagi, ia mengajak masyarakat untuk memaknai kepulangan secara lebih luas. Idulfitri bukan hanya soal perjalanan fisik, tapi juga tentang kembali ke fitrah dan kemenangan batin. Silaturahmi tetap dapat terjalin melalui teknologi, sementara waktu di perantauan dapat dimanfaatkan untuk refleksi diri dan memulihkan energi positif.

Riza juga mengingatkan pentingnya melatih mindfulness atau kesadaran penuh agar pikiran tidak terjebak pada kecemasan masa lalu maupun kekhawatiran masa depan. Jika muncul rasa tidak nyaman saat menjawab pertanyaan pribadi, hal tersebut dianggap wajar. Dengan kepercayaan diri yang sehat dan sikap asertif, seseorang tetap dapat menjaga batasan tanpa menyinggung perasaannya

Terakhir, ia menekankan pentingnya mengingat kembali tujuan berada di perantauan. Jarak dari keluarga, termasuk keputusan tidak mudik, merupakan bagian dari proses perjuangan untuk masa depan. Menyadari bahwa kondisi tersebut adalah investasi jangka panjang dapat memberikan kekuatan mental, sekaligus mengubah rasa sepi menjadi kebanggaan
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!