Psikolog: Pandemi Titik Balik Ubah Arah Pendidikan

Sabtu, 19 September 2020 - 11:38 WIB
Karena itu, dia mengingatkan pemerintah untuk menjadikan pandemi ini sebagai titik balik untuk reorientasi arah pendidikan. Saatnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyetop pendidikan model sekarang. Dia mengingatkan bahwa yang terjadi di masa pandemi ini sebenarnya krisis kesehatan mental, tapi ini tidak pernah diserukan.

“Selalu indikator pendidikan adalah pencapaian PISA, nilai akademik, bukan bagaimana misalnya mencegah bullying terhadap anak di sekolah,” ujarnya.

Menurut dia, pendidikan itu tidak hanya soal capaian akademik, tapi juga soal well being, bagaimana pendidikan itu membahagiakan semua pihak. “Ukuran keberhasilan pendidikan itu justru ketika angka stres anak rendah, kekerasan terhadap anak rendah, juga ketika anak tidak stres dikejar-kejar tugas,” ujar co-founder Gerakan Belajar Menyenangkan (GSM), ini.

Novi mengingatkan bahwa ke depan, walaupun misalnya virus Corona berhenti, tantangan kehidupan tidak akan berhenti. Bisa saja terjadi pandemi lain, misalnya pandemic teknologi, yakni ketika teknologi berubah dengan cepat, atau pandemi ekonomi. Dalam kondisi seperti itu pendidikan yang berorientasi akademik tidak lagi relevan. (Baca juga: Komisi X DPR akan Panggil Kampus yang Ospeknya Bermasalah )

Menurut Novi, Kemendikbud harus berani bilang bahwa saatnya menerapkan kurikulum berbasis keluarga. Mengapa? Karena kurikulum berbasis akademik di masa pandemi ini tidak mungkin tercapai. Kurikulum keluarga itu, prinsipnya, pertama, pendidikan harus memahami kondisi siswa. Kedua, pendidikan harus merupakan kolaborasi sekolah dengan keluarga. Ketiga pahami kondisi sosial dan emosional anak. Keempat, ciptakan interkasi yang hangat pada guru dengan anak dan orang tua dengan anak.

“Mengapa terjadi pembunuhan seperti kasus di Tangerang karena ada tuntutan dari sekolah yakni tugas. Di saat yang sama orang tua tidak sempat membangun hubungan relasi yang baik dengan anak,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!