Untar Perkuat Jejaring Global Lewat ICEBSH dan ICASTE 2026 di Korea Selatan
Selasa, 21 April 2026 - 19:30 WIB
Dalam sesi pleno, para pembicara internasional menyampaikan perspektif strategis terkait keberlanjutan global. Dr. Riela Provi Drianda menekankan pentingnya transformasi pelestarian budaya agar tetap relevan, dengan memanfaatkan budaya populer sebagai jembatan bagi generasi muda sekaligus memperluas jangkauan melalui media modern.
Dr. Linda Lin-chin Lin menyoroti pentingnya keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan teknologi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa teknologi harus mampu meningkatkan kualitas hidup tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Prof. Dr. Kuldeep K. Saxena mengangkat isu limbah elektronik dan mikroplastik sebagai tantangan global yang memerlukan solusi kolaboratif dengan tetap mengedepankan tanggung jawab lingkungan. Prof. Ju-chul Jeong menambahkan pentingnya pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan adaptif dalam menghadapi dinamika perubahan zaman.
Ketua Pelaksana Konferensi, Nadia Ayu Rahma Lestari menegaskan bahwa penyelenggaraan ICEBSH dan ICASTE 2026 diharapkan mampu menciptakan sinergi antara bidang sosial-humaniora dan sains-teknologi dalam satu platform kolaboratif, sekaligus membuka peluang kerja sama riset lintas negara yang lebih luas.
Dr. Linda Lin-chin Lin menyoroti pentingnya keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan teknologi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa teknologi harus mampu meningkatkan kualitas hidup tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Prof. Dr. Kuldeep K. Saxena mengangkat isu limbah elektronik dan mikroplastik sebagai tantangan global yang memerlukan solusi kolaboratif dengan tetap mengedepankan tanggung jawab lingkungan. Prof. Ju-chul Jeong menambahkan pentingnya pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan adaptif dalam menghadapi dinamika perubahan zaman.
Ketua Pelaksana Konferensi, Nadia Ayu Rahma Lestari menegaskan bahwa penyelenggaraan ICEBSH dan ICASTE 2026 diharapkan mampu menciptakan sinergi antara bidang sosial-humaniora dan sains-teknologi dalam satu platform kolaboratif, sekaligus membuka peluang kerja sama riset lintas negara yang lebih luas.
(nnz)
Lihat Juga :