Untar Perkuat Jejaring Global Lewat ICEBSH dan ICASTE 2026 di Korea Selatan
Selasa, 21 April 2026 - 19:30 WIB
Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro dalam sambutannya menegaskan bahwa tema yang diangkat mencerminkan urgensi kolaborasi dalam menghadapi masa depan. Ia menyampaikan bahwa keberlanjutan masa depan sangat bergantung pada kemampuan manusia dalam menjaga sesama, melestarikan lingkungan, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa dunia saat ini bergerak sangat cepat, menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus direspons secara kolaboratif. Sinergi lintas bidang, seperti ekonomi, ilmu sosial, dan teknik, diharapkan mampu melahirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong para peserta untuk aktif berbagi gagasan, memperluas wawasan, serta membangun kolaborasi yang kuat. Menurutnya, kerja sama global menjadi kunci dalam menciptakan masa depan yang tangguh dan berdaya saing.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara utama, di antaranya Dr. Riela Provi Drianda (Tokyo City University), Dr. Linda Lin-chin Lin (Kun Shan University), Prof. Dr. Kuldeep K. Saxena (Galgotias University), dan Prof. Ju-chul Jeong (Pusan National University).
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untar, Dr. Hetty Karunia Tunjungsari menegaskan bahwa konferensi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada diskursus akademik.
Ia menyampaikan bahwa kontribusi ilmiah dalam ICEBSH dan ICASTE 2026 diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik, praktik industri, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi lintas negara dan disiplin menjadi kunci dalam menjawab kompleksitas tantangan global sekaligus menjadi katalis terciptanya dialog yang bermakna, riset yang berdampak, dan kerja sama berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa dunia saat ini bergerak sangat cepat, menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus direspons secara kolaboratif. Sinergi lintas bidang, seperti ekonomi, ilmu sosial, dan teknik, diharapkan mampu melahirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong para peserta untuk aktif berbagi gagasan, memperluas wawasan, serta membangun kolaborasi yang kuat. Menurutnya, kerja sama global menjadi kunci dalam menciptakan masa depan yang tangguh dan berdaya saing.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara utama, di antaranya Dr. Riela Provi Drianda (Tokyo City University), Dr. Linda Lin-chin Lin (Kun Shan University), Prof. Dr. Kuldeep K. Saxena (Galgotias University), dan Prof. Ju-chul Jeong (Pusan National University).
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untar, Dr. Hetty Karunia Tunjungsari menegaskan bahwa konferensi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada diskursus akademik.
Ia menyampaikan bahwa kontribusi ilmiah dalam ICEBSH dan ICASTE 2026 diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik, praktik industri, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi lintas negara dan disiplin menjadi kunci dalam menjawab kompleksitas tantangan global sekaligus menjadi katalis terciptanya dialog yang bermakna, riset yang berdampak, dan kerja sama berkelanjutan.
Lihat Juga :