Harmonisasi Spiritualitas dan Teknologi, UAI Bekali Sertifikasi AI hingga Penguasaan Bahasa Mandarin

Kamis, 23 April 2026 - 09:28 WIB
Dalam wawancara eksklusif, Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menekankan bahwa lulusan UAI harus memiliki kelincahan (agility) di tengah perubahan zaman yang cepat. UAI kini tengah bertransformasi dengan mengombinasikan kekuatan spiritualitas dan modernitas.

"Kami membangun kemampuan teknologi seperti AI (Kecerdasan Buatan) dan satelit. Ke depan, setiap lulusan, apa pun jurusannya, akan didorong memiliki sertifikasi AI sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)," ujar Prof. Widodo.

Selain teknologi, UAI memperkuat daya saing global melalui kolaborasi internasional. Melalui kemitraan dengan Fujian University, UAI menjadi tuan rumah satu-satunya Confucius Institute di Jakarta. Lembaga ini menjadi pusat pembelajaran bahasa Mandarin bagi publik, termasuk anggota kepolisian. Mulai semester depan, bahasa Mandarin akan dijadikan mata kuliah pilihan untuk membekali mahasiswa memasuki bursa kerja internasional yang kini banyak didominasi perusahaan global.

Integritas Berbasis Masjid dan Rumah Qur’an

Meski mengejar target menjadi World Class University dengan target 27 profesor dalam empat tahun ke depan, UAI tetap memegang teguh akar keislamannya. Prof. Widodo menjelaskan bahwa integritas lulusan dibentuk melalui pembiasaan ibadah di kampus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!