Mahasiswa, Akademisi dan Guru Harus Aktualisasi Diri dengan Literasi

Sabtu, 19 September 2020 - 17:42 WIB
Menurut Yumeldasari, bahasa yang digunakan dalam tulisan di media massa harus bersifat populer agar mudah dipahami masyarakat pembaca yang berasal dari berbagai kalangan dan tingkat pendidikan. (Baca juga: UMM Kukuhkan Guru Besar Baru Bidang Logistik dan Rantai Pasok )

“Masalahnya, tidak semua dosen maupun guru memiliki kemampuan menulis di media massa, meski mereka memiliki kemampuan menulis jurnal penelitian. Untuk itu diperlukan latihan yang terus menerus, agar kemampuan menulis artikel ilmiah populer dapat semakin baik,” ujar mahasiswa program Doktoral Komunikasi Pembangunan di IPB University ini.

Sementara itu, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Esa Unggul, Dr. Muhammad Soleh, mengatakan bahwa para dosen harus terus mengasah kemampuan menulisnya, baik itu menulis artikel ilmiah maupun buku bahan ajar.

Selain itu, katanya, dengan menulis banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh tenaga pendidikan, baik dosen maupun guru. Di antaranya, mendapatkan perlindungan hak cipta, nilai angka kredit yang tinggi untuk kenaikan pangkat, mendapat royalti dari buku yang diterbitkan. (Baca juga: Lagi, Tim UGM Borong 48 Medali di ARC ASEAN 2020 )

“Selain itu juga dosen yang bersangkutan secara tidak langsung akan mendapatkan pengakuan dari masyarakat di luar institusinya,” jelasnya saat memaparkan materi bertajuk “Mendunia Dengan Menulis”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!