Kemendiktisaintek Luncurkan Program Bestari Saintek 2026, Danai 122 Tim Riset

Rabu, 29 April 2026 - 19:14 WIB
Perguruan tinggi menyambut program Bestari Saintek sebagai momentum penting untuk memperkuat ekosistem riset yang berdampak. Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Hambali Talib menyampaikan apresiasi dan menekankan bahwa capaian !tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan riset inovatif, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi peneliti lain.

“Komitmen perguruan tinggi tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga pada penguatan penelitian, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari Tridharma,” tegas Hambali.

Dari sisi peneliti, program ini dinilai mampu menjembatani pelestarian pengetahuan dengan kebutuhan masa kini. Betty Istanti Suwandayani, dosen penerima Bestari dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyoroti kontribusi program dalam mendorong inovasi pendidikan berbasis sains. Melalui program Smart STEM: Numerasi Living Lab Berdaya, ia berupaya meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat pendidikan dasar, khususnya terkait pengelolaan sampah.

Sementara itu, Muhammad Siddiq Wicaksono, dosen penerima Bestari dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengangkat riset Wellness Living Lab yang mengintegrasikan manuskrip kuno Jawa dengan inovasi kebugaran berbasis nilai spiritual dan budaya.

“Harapan saya melalui program Bestari Saintek ini adalah agar pengetahuan tersebut tidak hanya terjaga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa kini,” ujar Siddiq.

Melalui program Bestari Saintek dan Semesta, Kemdiktisaintek berharap tercipta ekosistem inovasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak bagi masyarakat, sekaligus mempercepat transformasi riset menjadi solusi nyata bagi pembangunan nasional.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!