ITS Buka Jalur Mandiri SMITS FLAT dan ACE 2026, Bebas Uang Pangkal di Jalur Beasiswa
Senin, 04 Mei 2026 - 07:30 WIB
Baca juga: Unpad Buka Pendaftaran Seleksi Mandiri SMUP 2026, Ini Jalur dan Syarat Lengkapnya
Lebih lanjut, kategori Seleksi Mandiri Prestasi dalam skema SMITS FLAT ditujukan bagi siswa yang unggul dalam akademik, non-akademik, atau pengalaman kepemimpinan dalam organisasi.
Kriteria kepemimpinan yang diakui meliputi jabatan Ketua OSIS, Pramuka Garuda, anggota Paskibraka, hingga duta di tingkat daerah maupun kementerian atau nasional. Nani meyakini bahwa peserta yang berhasil lolos seleksi ketat di organisasi tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di masa depan.
Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri PTN dan PTS Segera Ditutup, Cek Informasinya
Prestasi akademik yang dapat dicantumkan di SMITS FLAT berupa Olimpiade Nasional serta cakupan perlombaan yang diakui berasal dari lembaga resmi seperti Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), kementerian, hingga institusi internasional.
Selain prestasi kompetisi, ITS juga membuka kesempatan lebar bagi para penghafal kitab suci dari seluruh agama yang diakui di Indonesia untuk mendaftar. “Kami memandang bahwa penghafal kitab suci juga merupakan prestasi yang tidak semua orang bisa miliki,” tutur dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS tersebut.
Lebih lanjut, kategori Seleksi Mandiri Prestasi dalam skema SMITS FLAT ditujukan bagi siswa yang unggul dalam akademik, non-akademik, atau pengalaman kepemimpinan dalam organisasi.
Kriteria kepemimpinan yang diakui meliputi jabatan Ketua OSIS, Pramuka Garuda, anggota Paskibraka, hingga duta di tingkat daerah maupun kementerian atau nasional. Nani meyakini bahwa peserta yang berhasil lolos seleksi ketat di organisasi tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di masa depan.
Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri PTN dan PTS Segera Ditutup, Cek Informasinya
Prestasi akademik yang dapat dicantumkan di SMITS FLAT berupa Olimpiade Nasional serta cakupan perlombaan yang diakui berasal dari lembaga resmi seperti Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), kementerian, hingga institusi internasional.
Selain prestasi kompetisi, ITS juga membuka kesempatan lebar bagi para penghafal kitab suci dari seluruh agama yang diakui di Indonesia untuk mendaftar. “Kami memandang bahwa penghafal kitab suci juga merupakan prestasi yang tidak semua orang bisa miliki,” tutur dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS tersebut.
Lihat Juga :