Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Kamis, 07 Mei 2026 - 09:19 WIB
Mahasiswa Berprestasi UGM Deni Maulana. Foto/UGM.
JAKARTA - Deni Maulana membagikan kisah perjuangan hidupnya yang penuh keterbatasan hingga berhasil menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) . Demi membantu ekonomi keluarga, sang ibu harus merantau ke Yordania sebagai pekerja migran Indonesia (PMI), sementara ayahnya bekerja sebagai buruh tani serabutan dengan penghasilan yang pas-pasan.
Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Deni sudah ditinggal ibunya bekerja ke luar negeri sejak usia enam tahun. Meski kedua orang tuanya hanya lulusan sekolah dasar, kondisi tersebut justru memotivasi dirinya untuk meningkatkan derajat pendidikan keluarga.
Baca juga: Roy Suryo Tampilkan Ijazah UGM Istrinya: Tak Ada Tulisan Gadhaj Adam
Deni mengenang besarnya pengorbanan ibunya demi memastikan dirinya tetap bisa bersekolah. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika sang ibu rela menjual cincin, satu-satunya barang berharga yang dimilikinya.
“Dari peristiwa itu saya belajar bahwa cinta seorang ibu tidak selalu berbentuk kata-kata, tetapi pengorbanan yang sering kali tidak terlihat,” ujar Deni, dikutip dari laman UGM, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Cerita Rizky Perwira, Wisudawan Termuda S2 Kesehatan Masyarakat UGM di Usia 22 Tahun
Sejak saat itu, mimpi bagi Deni bukan lagi sekadar keinginan pribadi, tetapi menjadi tanggung jawab untuk mengubah kehidupan keluarga. Perjalanannya menuju UGM dimulai dari ketekunannya di dunia sastra sejak duduk di bangku SMA. Ia aktif mengikuti berbagai lomba bahasa dan sastra hingga berhasil mengoleksi lebih dari 200 penghargaan.
Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Deni sudah ditinggal ibunya bekerja ke luar negeri sejak usia enam tahun. Meski kedua orang tuanya hanya lulusan sekolah dasar, kondisi tersebut justru memotivasi dirinya untuk meningkatkan derajat pendidikan keluarga.
Baca juga: Roy Suryo Tampilkan Ijazah UGM Istrinya: Tak Ada Tulisan Gadhaj Adam
Pengorbanan Sang Ibu Jadi Motivasi Utama
Deni mengenang besarnya pengorbanan ibunya demi memastikan dirinya tetap bisa bersekolah. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika sang ibu rela menjual cincin, satu-satunya barang berharga yang dimilikinya.
“Dari peristiwa itu saya belajar bahwa cinta seorang ibu tidak selalu berbentuk kata-kata, tetapi pengorbanan yang sering kali tidak terlihat,” ujar Deni, dikutip dari laman UGM, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Cerita Rizky Perwira, Wisudawan Termuda S2 Kesehatan Masyarakat UGM di Usia 22 Tahun
Sejak saat itu, mimpi bagi Deni bukan lagi sekadar keinginan pribadi, tetapi menjadi tanggung jawab untuk mengubah kehidupan keluarga. Perjalanannya menuju UGM dimulai dari ketekunannya di dunia sastra sejak duduk di bangku SMA. Ia aktif mengikuti berbagai lomba bahasa dan sastra hingga berhasil mengoleksi lebih dari 200 penghargaan.
Lihat Juga :