Cerita Rizky Perwira, Wisudawan Termuda S2 Kesehatan Masyarakat UGM di Usia 22 Tahun
Kamis, 30 April 2026 - 14:47 WIB
loading...
Muhammad Rizky Perwira Zain dinobatkan sebagai lulusan termuda pada Wisuda Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Muhammad Rizky Perwira Zain dinobatkan sebagai wisudawan termuda Universitas Gadjah Mada ( UGM )pada Wisuda Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Berikut ini sosoknya.
Ia merupakan wisudawan dari Prodi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
Ia berhasil menyelesaikan studi dengan usia yang terbilang sangat muda, yakni 22 tahun 2 bulan 8 hari. Padahal rata-rata usia lulusan Program Magister (S2) pada periode ini mencapai 29 tahun 6 bulan 15 hari.
Baca juga: Kisah Stanley Evander, Lulusan Doktor Tercepat UGM 2026 dengan Riset Kit Ekstraksi DNA
Kiki, sapaan akrabnya, bercerita, ia mengikuti program Block Elective sejak masih menempuh sarjana Kedokteran di UGM. Program tersebut memberinya ruang untuk menentukan arah pengembangan akademik, termasuk memilih jalur percepatan dengan mulai mengambil studi magister sejak semester akhir. Ia menuturkan bahwa program tersebut menggabungkan pendidikan sarjana Kedokteran dan magister Kesehatan Masyarakat dalam waktu beririsan. Keputusan tersebut sudah ia tekadkan sejak semester enam.
Akan tetapi, ia menyebut bahwa keputusan ini bukanlah hal sederhana karena harus melalui diskusi panjang bersama dengan keluarga. Pasalnya, ia harus menunda pendidikan profesi dokter (koas) selama satu tahun. “Ini keputusan yang agak besar karena saya harus menunda waktu koas satu tahun untuk menjalani S2 dulu,” katanya, dikutip dari laman UGM, Kamis (30/4/2026).
Ia merupakan wisudawan dari Prodi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
Ia berhasil menyelesaikan studi dengan usia yang terbilang sangat muda, yakni 22 tahun 2 bulan 8 hari. Padahal rata-rata usia lulusan Program Magister (S2) pada periode ini mencapai 29 tahun 6 bulan 15 hari.
Baca juga: Kisah Stanley Evander, Lulusan Doktor Tercepat UGM 2026 dengan Riset Kit Ekstraksi DNA
Kiki, sapaan akrabnya, bercerita, ia mengikuti program Block Elective sejak masih menempuh sarjana Kedokteran di UGM. Program tersebut memberinya ruang untuk menentukan arah pengembangan akademik, termasuk memilih jalur percepatan dengan mulai mengambil studi magister sejak semester akhir. Ia menuturkan bahwa program tersebut menggabungkan pendidikan sarjana Kedokteran dan magister Kesehatan Masyarakat dalam waktu beririsan. Keputusan tersebut sudah ia tekadkan sejak semester enam.
Akan tetapi, ia menyebut bahwa keputusan ini bukanlah hal sederhana karena harus melalui diskusi panjang bersama dengan keluarga. Pasalnya, ia harus menunda pendidikan profesi dokter (koas) selama satu tahun. “Ini keputusan yang agak besar karena saya harus menunda waktu koas satu tahun untuk menjalani S2 dulu,” katanya, dikutip dari laman UGM, Kamis (30/4/2026).
Lihat Juga :