Malaysia Ajak Mahasiswa Indonesia Perkuat Riset dan Pendidikan Pascasarjana
Senin, 11 Mei 2026 - 13:08 WIB
Ia berharap kerja sama kedua negara tidak berhenti pada pertukaran mahasiswa maupun penandatanganan nota kesepahaman semata, tetapi berkembang menjadi jaringan penelitian regional yang nyata.
“Penyelidik muda Indonesia dan Malaysia harus menjadi arkitek penyelesaian bertaraf global pada dekad mendatang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia turut memotivasi calon mahasiswa pascasarjana agar memandang pendidikan magister dan doktoral bukan hanya sebagai pencapaian gelar, melainkan proses pembentukan karakter intelektual dan kepemimpinan.
Ia menambahkan, Malaysia menawarkan lingkungan pendidikan yang aman, berkualitas, dan bertaraf dunia dengan pengawasan ketat pemerintah terhadap institusi pendidikan tinggi.
Beberapa kampus yang hadir dalam expo tersebut di antaranya University of Malaya (UM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Universiti Teknologi Petronas (UTP), International Islamic University Malaysia (IIUM), hingga Asia Pacific University (APU).
Mewakili Pemerintah Indonesia, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minat Saintek) Kemendiktisaintek, Yudi Darma, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan World Post Graduate Expo 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pameran pendidikan biasa, melainkan jembatan strategis antara ambisi intelektual bangsa dengan peluang pendidikan global terbaik.
“Kami merasa masyarakat kita membutuhkan ruang-ruang seperti ini, yaitu ruang untuk berbagi informasi tentang studi lanjut, sekaligus ruang kolaborasi bagi para akademisi dan dosen lintas institusi dan lintas negara,” ujar Yudi.
Ia menilai Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang jauh lebih dalam dibanding sekadar negara bertetangga karena diikat oleh warisan budaya dan visi bersama untuk menjadi kekuatan intelektual kawasan.
“Indonesia dan Malaysia bukan sekadar dua negara bertetangga, kita adalah serumpun. Satu rumpun perasaan, satu warisan budaya, dan kini satu visi untuk menjadi kekuatan intelektual kawasan yang diperhitungkan dunia,” katanya.
“Penyelidik muda Indonesia dan Malaysia harus menjadi arkitek penyelesaian bertaraf global pada dekad mendatang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia turut memotivasi calon mahasiswa pascasarjana agar memandang pendidikan magister dan doktoral bukan hanya sebagai pencapaian gelar, melainkan proses pembentukan karakter intelektual dan kepemimpinan.
Ia menambahkan, Malaysia menawarkan lingkungan pendidikan yang aman, berkualitas, dan bertaraf dunia dengan pengawasan ketat pemerintah terhadap institusi pendidikan tinggi.
Beberapa kampus yang hadir dalam expo tersebut di antaranya University of Malaya (UM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Universiti Teknologi Petronas (UTP), International Islamic University Malaysia (IIUM), hingga Asia Pacific University (APU).
Mewakili Pemerintah Indonesia, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minat Saintek) Kemendiktisaintek, Yudi Darma, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan World Post Graduate Expo 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pameran pendidikan biasa, melainkan jembatan strategis antara ambisi intelektual bangsa dengan peluang pendidikan global terbaik.
“Kami merasa masyarakat kita membutuhkan ruang-ruang seperti ini, yaitu ruang untuk berbagi informasi tentang studi lanjut, sekaligus ruang kolaborasi bagi para akademisi dan dosen lintas institusi dan lintas negara,” ujar Yudi.
Ia menilai Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang jauh lebih dalam dibanding sekadar negara bertetangga karena diikat oleh warisan budaya dan visi bersama untuk menjadi kekuatan intelektual kawasan.
“Indonesia dan Malaysia bukan sekadar dua negara bertetangga, kita adalah serumpun. Satu rumpun perasaan, satu warisan budaya, dan kini satu visi untuk menjadi kekuatan intelektual kawasan yang diperhitungkan dunia,” katanya.
Lihat Juga :