Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB
Langkah ini dinilai efektif memangkas kesenjangan digital, sekaligus membuka pintu bagi masyarakat pelosok untuk menikmati akses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Selain pemulihan ekonomi, ekosistem digital ini membawa dampak berantai terhadap penyerapan tenaga kerja. Melalui analisis model ekonomi, aktivitas sektor ini diperkirakan mampu membuka lebih dari 685 ribu lapangan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kendati mencatatkan angka yang impresif, Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, mengingatkan agar publik membaca data ini secara proporsional.
"Kajian ini memberikan gambaran mengenai kontribusi konektivitas berdasarkan indikator yang terukur, namun tidak dimaksudkan untuk mengaitkan seluruh perubahan ekonomi kepada satu entitas tertentu. Oleh karena itu, interpretasi terhadap hasil kajian perlu dilakukan secara proporsional dan kontekstual," terang Ian.
Pihak LAPI ITB menegaskan bahwa riset ini murni sebuah estimasi metodologis dan tidak dirancang untuk membandingkan kinerja antar-operator. Fokus utama dari kajian ini adalah untuk memetakan seberapa besar peran konektivitas dalam menyokong ekosistem pembangunan nasional secara makro.
Selain pemulihan ekonomi, ekosistem digital ini membawa dampak berantai terhadap penyerapan tenaga kerja. Melalui analisis model ekonomi, aktivitas sektor ini diperkirakan mampu membuka lebih dari 685 ribu lapangan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kendati mencatatkan angka yang impresif, Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, mengingatkan agar publik membaca data ini secara proporsional.
"Kajian ini memberikan gambaran mengenai kontribusi konektivitas berdasarkan indikator yang terukur, namun tidak dimaksudkan untuk mengaitkan seluruh perubahan ekonomi kepada satu entitas tertentu. Oleh karena itu, interpretasi terhadap hasil kajian perlu dilakukan secara proporsional dan kontekstual," terang Ian.
Pihak LAPI ITB menegaskan bahwa riset ini murni sebuah estimasi metodologis dan tidak dirancang untuk membandingkan kinerja antar-operator. Fokus utama dari kajian ini adalah untuk memetakan seberapa besar peran konektivitas dalam menyokong ekosistem pembangunan nasional secara makro.
(unt)
Lihat Juga :