APTISI Siapkan Ekosistem Kampus Digital untuk Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi
Selasa, 26 Mei 2026 - 18:03 WIB
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga meresmikan peluncuran Fasilitasi Sekolah Kepemimpinan untuk PTS.
Ketua Umum APTISI Pusat, Muhammad Budi Djatmiko, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi PTS.
Menurutnya, PTS merupakan kekuatan besar pendidikan tinggi nasional karena tersebar di berbagai wilayah dan menjadi pintu akses utama masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Jika Indonesia ingin meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Tidak mungkin APK pendidikan tinggi naik secara nasional tanpa melibatkan perguruan tinggi swasta," katanya.
APTISI menilai target peningkatan APK pendidikan tinggi menuju 40 persen pada 2029 akan lebih realistis dicapai apabila digitalisasi kampus, pembelajaran jarak jauh, blended learning, dan platform akademik berbasis AI diterapkan secara luas, termasuk oleh PTS di daerah.
Melalui kerja sama ini, APTISI dan SURGE menargetkan ekosistem PTS memiliki akses teknologi yang lebih merata, modern, dan terintegrasi. Program tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan APK pendidikan tinggi nasional dari sekitar 32 persen menuju 40 persen sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di kawasan.
Adapun sejumlah program implementasi strategis yang akan dijalankan meliputi penyediaan akses internet secara bertahap bagi PTS, bundling konektivitas dan layanan akademik melalui platform APTISI Sinergi dan Sinergi Dikti, hingga pengembangan ekosistem pembelajaran digital berbasis AI.
APTISI dan SURGE juga akan bersinergi dalam penyediaan lokasi, sosialisasi program, instalasi perangkat, pemeliharaan layanan, serta perluasan jaringan konektivitas secara nasional.
Ketua Umum APTISI Pusat, Muhammad Budi Djatmiko, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi PTS.
Menurutnya, PTS merupakan kekuatan besar pendidikan tinggi nasional karena tersebar di berbagai wilayah dan menjadi pintu akses utama masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Jika Indonesia ingin meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Tidak mungkin APK pendidikan tinggi naik secara nasional tanpa melibatkan perguruan tinggi swasta," katanya.
APTISI menilai target peningkatan APK pendidikan tinggi menuju 40 persen pada 2029 akan lebih realistis dicapai apabila digitalisasi kampus, pembelajaran jarak jauh, blended learning, dan platform akademik berbasis AI diterapkan secara luas, termasuk oleh PTS di daerah.
Melalui kerja sama ini, APTISI dan SURGE menargetkan ekosistem PTS memiliki akses teknologi yang lebih merata, modern, dan terintegrasi. Program tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan APK pendidikan tinggi nasional dari sekitar 32 persen menuju 40 persen sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di kawasan.
Adapun sejumlah program implementasi strategis yang akan dijalankan meliputi penyediaan akses internet secara bertahap bagi PTS, bundling konektivitas dan layanan akademik melalui platform APTISI Sinergi dan Sinergi Dikti, hingga pengembangan ekosistem pembelajaran digital berbasis AI.
APTISI dan SURGE juga akan bersinergi dalam penyediaan lokasi, sosialisasi program, instalasi perangkat, pemeliharaan layanan, serta perluasan jaringan konektivitas secara nasional.
Lihat Juga :