Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Rabu, 27 Mei 2026 - 14:59 WIB
Kesimpulan itu ditarik setelah ia melakukan wawancara mendalam terhadap 30 partisipan dari tiga generasi: Gen X, Milenial, dan Gen Z.
Baca juga: Ashanty Ceritakan Detik-detik Menegangkan Ujian Doktoral, Akui Hampir Menyerah
Pilihan terhadap tiga generasi tersebut bukan tanpa pertimbangan. Berdasarkan data tahun 2024, pengguna smartwatch di Indonesia didominasi oleh Gen Z (51%) dan Milenial (49%), dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat.
Di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota-kota tier-1 lainnya, AI smartwatch telah menjadi bagian dari gaya hidup digital sehari-hari.
Ressa mengakui bahwa banyak manfaat yang bisa manusia dapatkan dari teknologi, apalagi yang berbasis kecerdasan buatan sehingga berlangsung komunikasi antara teknologi dengan manusia sebagai penggunanya.
Kendati teknologi dapat mengakses data dari tubuh kita seperti detak jantung, frekuensi tidur, bahkan emosi, Ressa menyarankan agar manusia sebagai pengguna teknologi tetap menjadi pengendali atas diri sendiri.
Baca juga: Ashanty Ceritakan Detik-detik Menegangkan Ujian Doktoral, Akui Hampir Menyerah
Pilihan terhadap tiga generasi tersebut bukan tanpa pertimbangan. Berdasarkan data tahun 2024, pengguna smartwatch di Indonesia didominasi oleh Gen Z (51%) dan Milenial (49%), dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat.
Di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota-kota tier-1 lainnya, AI smartwatch telah menjadi bagian dari gaya hidup digital sehari-hari.
Ressa mengakui bahwa banyak manfaat yang bisa manusia dapatkan dari teknologi, apalagi yang berbasis kecerdasan buatan sehingga berlangsung komunikasi antara teknologi dengan manusia sebagai penggunanya.
Kendati teknologi dapat mengakses data dari tubuh kita seperti detak jantung, frekuensi tidur, bahkan emosi, Ressa menyarankan agar manusia sebagai pengguna teknologi tetap menjadi pengendali atas diri sendiri.
Lihat Juga :