Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Selasa, 02 Juni 2026 - 20:10 WIB
Ia mengatakan, program ini dirancang untuk melibatkan peran orang tua, secara kualitatif. Selain itu juga disesuaikan dengan kebutuhan rata-rata murid di sana yang memiliki orang tua sibuk dan tak punya banyak waktu dengan anaknya.
Sementara SDN Pucang 1 Sidoarjo mengedepankan penguatan karakter melalui kunjungan rumah. “Pada intinya, kami kerap home visit,” kata Rizki Tri, staf pengajar SDN Pucang 1.
Ia mencontohkan, pernah menangani kasus bullying dengan mendatangi rumah baik pelaku maupun korban, untuk berkoordinasi dengan orang tuanya. Semua dipaparkan, tanpa ada judgement.
“Sehingga orang tua juga bisa ikut membantu menyelesaikan masalah ini. Hasilnya, kasus itu berakhir dengan baik, di mana pelaku menyesal dan korban juga menjadi lebih asertif,” kata Riski.
Meski berbeda-beda, output yang dihasilkan di semua sekolah seperti di Tarakan, Tuban, dan Sidoarjo sama. Sehingga, peserta didik merasa terlindungi, aman, nyaman, dan lebih percaya diri, serta tahu yang harus dilakukan dan bersikap.
“Seperti ada siswa yang tidak sengaja ketumpahan air gara-gara kecerobohan anaknya. Alih-alih marah, dia malah berkata “Tidak apa-apa, bu. Nanti bisa kering sendiri,” kata Mila Syakrina, Guru SDN 06 Tarakan.
Sementara SDN Pucang 1 Sidoarjo mengedepankan penguatan karakter melalui kunjungan rumah. “Pada intinya, kami kerap home visit,” kata Rizki Tri, staf pengajar SDN Pucang 1.
Ia mencontohkan, pernah menangani kasus bullying dengan mendatangi rumah baik pelaku maupun korban, untuk berkoordinasi dengan orang tuanya. Semua dipaparkan, tanpa ada judgement.
“Sehingga orang tua juga bisa ikut membantu menyelesaikan masalah ini. Hasilnya, kasus itu berakhir dengan baik, di mana pelaku menyesal dan korban juga menjadi lebih asertif,” kata Riski.
Meski berbeda-beda, output yang dihasilkan di semua sekolah seperti di Tarakan, Tuban, dan Sidoarjo sama. Sehingga, peserta didik merasa terlindungi, aman, nyaman, dan lebih percaya diri, serta tahu yang harus dilakukan dan bersikap.
“Seperti ada siswa yang tidak sengaja ketumpahan air gara-gara kecerobohan anaknya. Alih-alih marah, dia malah berkata “Tidak apa-apa, bu. Nanti bisa kering sendiri,” kata Mila Syakrina, Guru SDN 06 Tarakan.
(nnz)