Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:42 WIB
Tiba di hari pengumuman, Nurma menceritakan suasana hatinya yang penuh kekhawatiran. Ia mengaku tidak tenang menjalani aktivitas dan hanya bisa terus berdoa. Tidak sendiri, kedua orang tua dan kakaknya turut mendampingi hingga suasana rumah pecah oleh tangis haru saat ia dinyatakan lolos.

“Saya merem tidak berani melihat laptopnya. Akhirnya yang membuka keluarga, terus teriak, baru saya ikut senang. Alhamdulillah senang banget dan tidak menyangka juga,” kenangnya, Selasa (23/6).

Nurma mengaku lolos ke UGM melalui jalur prestasi merupakan perjalanan panjang. Ia telah menargetkan untuk bisa kuliah di ‘Kampus Biru’ ini sejak awal SMA dengan terus mempertahankan nilai dan semangat belajar. “Kalau strateginya saya fokus ke nilai, mempertahankan nilai, sama meningkatkannya supaya dapat peringkat juga di sekolah,” ujarnya.

Ia membagikan rutinitas belajarnya yang dimulai sejak pukul tiga pagi hingga jelang waktu berangkat sekolah. Kegiatan belajar kemudian dilanjutkan sepulang sekolah hingga terkadang mencapai pukul sebelas malam dengan belajar di perpustakaan. Pasalnya, kondisi lingkungan di sekitar rumah membuatnya tidak bisa fokus dalam belajar. “Tidak jarang Ayah kerap mengantar ke perpustakaan (UGM) untuk belajar hingga malam,” ujarnya.

Ketertarikannya terhadap jurusan Gizi diakuinya berangkat dari kecintaannya pada dunia kesehatan yang lekat dalam keseharian manusia. “Saya merenungkan yang dibutuhkan kira-kira kalau tanpa itu manusia tidak bisa hidup seperti makanan. Terus saya gabungkan antara makanan sama kesehatan, ketemu di Gizi,” terangnya.

Keyakinannya terhadap jurusan ini sudah matang dengan berbagai pertimbangan dari keluarga maupun sekolah. Nurma menyatakan bahwa ia hanya membawa satu pilihan saat pendaftaran SNBP. Hingga akhirnya ia berhasil menjadi salah satu dari 76 siswa yang lolos SNBP di SMAN 1 Yogyakarta. “Saya sudah mantap gizi, sudah diskusi juga dengan orang tua, guru BK juga. Terus akhirnya saya mantap di jurusan ini, tidak ada alternatif lain,” jelasnya.

Menjelang perkuliahan, Nurma memanfaatkan waktunya untuk meningkatkan kemampuan diri. Ia mengikuti pelatihan bahasa Inggris, mengambil pekerjaan freelance untuk menambah penghasilan, serta aktif mengikuti berbagai seminar dan workshop. “Saya sudah ikut grup 1001 kegiatan UGM. Jadi aktif ikut seminar, workshop, bahkan yang bersertifikat,” jelasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!