Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Rabu, 24 Juni 2026 - 08:42 WIB
“Tidak kepikiran karena saya kan orang wiraswasta, jadi kadang-kadang ada, kadang-kadang enggak. Itu benar-benar bagi saya sangat bersyukur dan luar biasa. Ini benar-benar apresiasi dari UGM untuk memberikan kesempatan pada anak saya melanjutkan studi di UGM,” katanya, dikutip dari laman UGM, Rabu (24/6/2026).
Nurhadi menekuni usaha keluarga berupa produksi camilan kacang yang dititipkan ke sejumlah angkringan di sekitar rumah. Setiap pagi dan sore ia mengantarkan dagangannya ke kurang lebih puluhan angkringan.
“Saya titipkan di angkringan-angkringan itu untuk keseharian. Alhamdulillah dari situ bisa mencukupi kebutuhan. Kalau yang lain-lain, keyakinan saya pas dibutuhkan selalu ada,” sebutnya.
Sementara sang ibu, Sri Damaryati, selalu menenangkan Nurma bahwa apapun hasilnya harus diterima dengan lapang dada. Ia mengapresiasi kerja keras putrinya yang kerap belajar hingga lewat tengah malam demi mengimbangi teman-temannya yang mengikuti les.
Namun ia selalu percaya bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga.”Saya terus menguatkan Nurma untuk optimistis dan tidak takut bersaing,” katanya.
Beruntung bagi Nurma, duduk di bangku SMAN 1 Yogyakarta menjadikannya untuk bisa berprestasi dan berkompetisi dalam bidang akademik.
Bahkan jiwa kepemimpinannya diasah ketika diamanahi sebagai ketua sie Literasi, wakil ketua departemen masjid rohis Al-Uswah, serta anggota All Nation Teenagers. Ia menceritakan bahwa lingkungan produktif mendorongnya untuk berjuang lebih keras agar mampu menyamai teman-temannya.
Nurhadi menekuni usaha keluarga berupa produksi camilan kacang yang dititipkan ke sejumlah angkringan di sekitar rumah. Setiap pagi dan sore ia mengantarkan dagangannya ke kurang lebih puluhan angkringan.
“Saya titipkan di angkringan-angkringan itu untuk keseharian. Alhamdulillah dari situ bisa mencukupi kebutuhan. Kalau yang lain-lain, keyakinan saya pas dibutuhkan selalu ada,” sebutnya.
Sementara sang ibu, Sri Damaryati, selalu menenangkan Nurma bahwa apapun hasilnya harus diterima dengan lapang dada. Ia mengapresiasi kerja keras putrinya yang kerap belajar hingga lewat tengah malam demi mengimbangi teman-temannya yang mengikuti les.
Namun ia selalu percaya bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga.”Saya terus menguatkan Nurma untuk optimistis dan tidak takut bersaing,” katanya.
Beruntung bagi Nurma, duduk di bangku SMAN 1 Yogyakarta menjadikannya untuk bisa berprestasi dan berkompetisi dalam bidang akademik.
Bahkan jiwa kepemimpinannya diasah ketika diamanahi sebagai ketua sie Literasi, wakil ketua departemen masjid rohis Al-Uswah, serta anggota All Nation Teenagers. Ia menceritakan bahwa lingkungan produktif mendorongnya untuk berjuang lebih keras agar mampu menyamai teman-temannya.
Lihat Juga :