Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Senin, 29 Juni 2026 - 21:28 WIB
“Struktur ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap paparan UV dan air hujan,” lanjut mahasiswa Departemen Teknik Kimia Industri (DTKI) ITS ini.
Baca juga: ITB Kembangkan Kendaraan Otonom Listrik Berbasis AI dengan Biaya Rendah
Selain itu, lanjut Fide, bentuk formulasi dibuat dalam partikel halus menyerupai pasir. Menurut Fide, hal ini memungkinkan distribusi bahan aktif lebih merata dan lebih melekat di tanaman. Dengan pendekatan ini, satu kali penyemprotan dapat memberikan efektivitas yang lebih optimal dibandingkan formulasi konvensional.
Kepala Seksi Pelayanan Teknis Unit Pelaksana Teknis (UPT) Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Ari Ika Sari menyampaikan antusiasmenya terhadap inovasi ini. Ia menilai inovasi tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan pestisida. “Minimnya penggunaan pestisida tentu dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ungkap Ari.
Selain untuk pestisida, Ari menilai teknologi nano memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas di sektor pertanian. Ari menjelaskan bahwa konsep serupa berpotensi diterapkan pada agen pengendali hayati hingga zat pengatur tumbuh tanaman.
Baca juga: ITB Kembangkan Kendaraan Otonom Listrik Berbasis AI dengan Biaya Rendah
Selain itu, lanjut Fide, bentuk formulasi dibuat dalam partikel halus menyerupai pasir. Menurut Fide, hal ini memungkinkan distribusi bahan aktif lebih merata dan lebih melekat di tanaman. Dengan pendekatan ini, satu kali penyemprotan dapat memberikan efektivitas yang lebih optimal dibandingkan formulasi konvensional.
Kepala Seksi Pelayanan Teknis Unit Pelaksana Teknis (UPT) Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Ari Ika Sari menyampaikan antusiasmenya terhadap inovasi ini. Ia menilai inovasi tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan pestisida. “Minimnya penggunaan pestisida tentu dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ungkap Ari.
Selain untuk pestisida, Ari menilai teknologi nano memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas di sektor pertanian. Ari menjelaskan bahwa konsep serupa berpotensi diterapkan pada agen pengendali hayati hingga zat pengatur tumbuh tanaman.
Lihat Juga :