Poltekkes Jakarta II Edukasi Lansia Diabetes soal Manfaat Gigi Tiruan di Kelurahan Pancoran
Selasa, 07 Juli 2026 - 13:58 WIB
mulut.
Menurutnya, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit periodontal, infeksi rongga mulut, hingga kehilangan gigi. Sebaliknya, kondisi rongga mulut yang tidak sehat juga dapat memperburuk pengendalian diabetes.
"Pengelolaan diabetes harus dilakukan secara menyeluruh. Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap pengobatan, masyarakat juga perlu memperhatikan kesehatan gigi dan mulut melalui pemeriksaan rutin serta mengganti gigi yang hilang dengan gigi tiruan apabila diperlukan," jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai waktu yang tepat menggunakan gigi tiruan, cara membersihkan gigi tiruan, hingga makanan yang dianjurkan bagi lansia penderita diabetes. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut masih sangat dibutuhkan di masyarakat.
Melalui evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, tim Jurusan Teknik Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta II juga menemukan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat penggunaan gigi tiruan, cara perawatannya, serta pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut dalam mendukung pemenuhan gizi.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Jurusan Teknik Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta II dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan dan permasalahan kesehatan di lapangan.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan Puskesmas Pancoran, diharapkan edukasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan umum.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan gigi tiruan yang tepat, diharapkan lansia penderita diabetes mellitus mampu mempertahankan fungsi pengunyahan, memenuhi kebutuhan gizi secara optimal, serta menikmati kualitas hidup yang lebih sehat, mandiri, dan produktif.
Menurutnya, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit periodontal, infeksi rongga mulut, hingga kehilangan gigi. Sebaliknya, kondisi rongga mulut yang tidak sehat juga dapat memperburuk pengendalian diabetes.
"Pengelolaan diabetes harus dilakukan secara menyeluruh. Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap pengobatan, masyarakat juga perlu memperhatikan kesehatan gigi dan mulut melalui pemeriksaan rutin serta mengganti gigi yang hilang dengan gigi tiruan apabila diperlukan," jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai waktu yang tepat menggunakan gigi tiruan, cara membersihkan gigi tiruan, hingga makanan yang dianjurkan bagi lansia penderita diabetes. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut masih sangat dibutuhkan di masyarakat.
Melalui evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, tim Jurusan Teknik Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta II juga menemukan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat penggunaan gigi tiruan, cara perawatannya, serta pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut dalam mendukung pemenuhan gizi.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Jurusan Teknik Gigi Poltekkes Kemenkes Jakarta II dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan dan permasalahan kesehatan di lapangan.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan Puskesmas Pancoran, diharapkan edukasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan umum.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan gigi tiruan yang tepat, diharapkan lansia penderita diabetes mellitus mampu mempertahankan fungsi pengunyahan, memenuhi kebutuhan gizi secara optimal, serta menikmati kualitas hidup yang lebih sehat, mandiri, dan produktif.
(nnz)
Lihat Juga :