18 Sekolah Ikut Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Dorong Olahraga Inklusif di Indonesia
Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:07 WIB
"Kejuaraan ini merupakan ruang bagi setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus membuktikan bahwa setiap individu berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Melalui kolaborasi ini kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam membangun budaya olahraga yang inklusif di Indonesia," pungkasnya.
Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 pada Sabtu, 4 Juli 2026 lalu merupakan kegiatan kolaborasi antara PT Petualang Berani Melangkah dan London School Beyond Academy (LSBA) sebuah Lembaga pelatihan dan keterampilan yang berada di bawah naungan LSPR Institute of Communication and Business yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta (Dispora), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (Dinkes), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat gerakan olahraga inklusif di Indonesia sekaligus membuka kesempatan yang setara bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperoleh pengalaman bertanding di lingkungan yang aman, positif, dan ramah disabilitas.
Kejuaraan mempertandingkan nomor lari 25 meter, 50 meter, dan 100 meter untuk kategori putra dan putri yang dibagi ke dalam kelompok usia 13–16 tahun, 17–21 tahun, serta 22 tahun ke atas dengan total 18 sekolah, 120 peserta. Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh 27 relawan yang akan mendampingi peserta sejak proses registrasi, pemanasan, pelaksanaan perlombaan, hingga penyerahan penghargaan.
Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 pada Sabtu, 4 Juli 2026 lalu merupakan kegiatan kolaborasi antara PT Petualang Berani Melangkah dan London School Beyond Academy (LSBA) sebuah Lembaga pelatihan dan keterampilan yang berada di bawah naungan LSPR Institute of Communication and Business yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta (Dispora), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (Dinkes), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat gerakan olahraga inklusif di Indonesia sekaligus membuka kesempatan yang setara bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperoleh pengalaman bertanding di lingkungan yang aman, positif, dan ramah disabilitas.
Kejuaraan mempertandingkan nomor lari 25 meter, 50 meter, dan 100 meter untuk kategori putra dan putri yang dibagi ke dalam kelompok usia 13–16 tahun, 17–21 tahun, serta 22 tahun ke atas dengan total 18 sekolah, 120 peserta. Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh 27 relawan yang akan mendampingi peserta sejak proses registrasi, pemanasan, pelaksanaan perlombaan, hingga penyerahan penghargaan.
(nnz)
Lihat Juga :