UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Ini yang Akan Dipelajari Mahasiswa

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Alasan UGM Perkuat Teamwork dan Resiliensi dalam Kurikulum Baru



Wening menceritakan mengenai fenomena yang terlihat saat ini, seperti kecenderungan mahasiswa lebih memilih bekerja sendiri dibanding berkelompok, menjadi salah satu alasan penting perlunya penekanan pada aspek teamwork dan resiliensi yang dapat mengatasi kerentanan tersebut.

Dengan adanya kurikulum yang baru, Wening berharap UGM dapat mempersiapkan lulusannya untuk berkontribusi di masyarakat serta dunia profesional. ”Jadi, kurikulum baru ini diharapkan mampu mengatasi kerentanan tersebut, sekaligus menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi dalam organisasi, masyarakat, dan dunia kerja” imbuhnya.

Baca juga: Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah

Melalui kebersamaan para sivitas akademika, Wening mengungkapkan bahwa UGM akan terus membuat inovasi-inovasi lainnya di dalam tata kelola pendidikan untuk memastikan setiap mahasiswanya dapat memperoleh pengalaman belajar yang relevan dan memiliki daya saing yang tinggi di kemudian hari.

”Dengan semangat kebersamaan, UGM berkomitmen untuk terus berinovasi dalam tata kelola pendidikan, memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan, adaptif, dan berdaya saing tinggi”, terangnya menutup sambutan.

Kurikulum Baru UGM Hadirkan 23 SKS Wajib



Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Dr. Sigit Priyanta menambahkan, empat arah utama perubahan yang akan dicapai oleh kurikulum baru ini yakni bersifat ramping dan mudah diakses oleh mahasiswa dan prodi. ”Struktur disederhanakan menjadi tiga blok besar dengan 9 tipe pilihan yang jelas, sehingga mudah dipahami mahasiswa dan dikelola prodi," jelas Sigit.

Arah perubahan kedua yakni terletak pada kurikulum yang dapat mencakup pendekatan transdisiplin untuk memberikan ruang bagi mahasiswa mengambil mata kuliah lintas prodi, termasuk opsi second major, minor, intensifikasi, hingga fast track. ”Ada muatan optimalisasi kekayaan keahlian lintas prodi/fakultas untuk menjawab persoalan kompleks yang memantik kolaborasi, integrasi, dan sintesis pengetahuan”, papar Sigit.

Sigit juga menjelaskan kurikulum baru ini dirancang untuk mencirikan lulusan khas UGM. Salah satu implementasinya adalah penerapan kurikulum universitas sebanyak 23 SKS yang berlaku seragam di seluruh program studi. Kurikulum tersebut menjadi identitas bersama sekaligus membekali setiap lulusan UGM dengan kompetensi dasar yang dibutuhkan di berbagai bidang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!