Kemenristek Dukung Uji Klinis Genos Teknologi Pengendus COVID-19 buatan UGM
Jum'at, 25 September 2020 - 09:59 WIB
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Kemenristek/BRIN akan mendukung proses uji klinis tahap 2 teknologi pengendus COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) . Genose ini diharapkan bisa menjadi alat pendeteksi tahap awal untuk memerangi pandemi COVID-19 di Indonesia.
Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan, Kemenristek melalui Konsorsium COVID-19 Kemenristek/BRIN akan memberikan dukungan untuk uji klinis tahap 2 untuk Genose. Dia menjelaskan, setelah uji klinis selesai dilakukan, izin edar sudah diterbitkan Kemenkes maka dia meyakini Genose ini bisa menjadi salah satu alat tes yang bisa membantu upaya Indonesia memerangi pandemi dan juga meningkatkan rasio testing. (Baca juga: Komisi X DPR Tetapkan Anggaran Kemendikbud Tahun 2021 Rp81,5 T )
Bambang menjelaskan, dukungan pada uji klinis tahap 2 ini memang penting. Sebab berkaca dari pengalaman melakukan uji klinis apada vaksin dan obat-obatan memang tahap uji klinis ini memerlukan biaya yang tidak sedikit dan juga dorongan yang tidak mudah dan hambatan-hambatan terjal lain.
"Oleh karena itu kami akan memberikan dukungan penuh termasuk pembiayaan sehingga saya harapkan pengembangan Genose bisa sesuai time table," katanya pada Serah Terima Alat Genose (Teknologi Pengendus COVID-19) dari UGM dan Konsorsium kepada KemenristekBRIN via daring, Kamis (24/9).
Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan, Kemenristek melalui Konsorsium COVID-19 Kemenristek/BRIN akan memberikan dukungan untuk uji klinis tahap 2 untuk Genose. Dia menjelaskan, setelah uji klinis selesai dilakukan, izin edar sudah diterbitkan Kemenkes maka dia meyakini Genose ini bisa menjadi salah satu alat tes yang bisa membantu upaya Indonesia memerangi pandemi dan juga meningkatkan rasio testing. (Baca juga: Komisi X DPR Tetapkan Anggaran Kemendikbud Tahun 2021 Rp81,5 T )
Bambang menjelaskan, dukungan pada uji klinis tahap 2 ini memang penting. Sebab berkaca dari pengalaman melakukan uji klinis apada vaksin dan obat-obatan memang tahap uji klinis ini memerlukan biaya yang tidak sedikit dan juga dorongan yang tidak mudah dan hambatan-hambatan terjal lain.
"Oleh karena itu kami akan memberikan dukungan penuh termasuk pembiayaan sehingga saya harapkan pengembangan Genose bisa sesuai time table," katanya pada Serah Terima Alat Genose (Teknologi Pengendus COVID-19) dari UGM dan Konsorsium kepada KemenristekBRIN via daring, Kamis (24/9).
Lihat Juga :