Alumnus IPB Manfaatkan Ubi Jalar untuk Cegah Stunting di Afrika

Jum'at, 25 September 2020 - 18:36 WIB
Kiprah Erna di Afrika berawal dari profesinya sebagai seorang educator di Uganda (1994-2001), lalu melanjutkan sebagai peneliti di sebuah non governmental organization (NGO) bernama Reputed Agriv 4 Dev Stichting & Foundation. "Niat saya yang sederhana untuk memulai perjuangan di benua Afrika. Saya ingin berkontribusi bagi kehidupan umat manusia," tuturnya.

Dengan dukungan dari pemerintah di negara-negara tersebut, berdasarkan laporan dari FAO, Erna berhasil memberikan hasil yang nyata. Program pengembangan ubi jalar untuk pencegahan stunting di Afrika ini dijalankan Erna selama 4,5 tahun. (Baca juga: Kemenristek Dukung Uji Klinis Genos Teknologi Pengendus COVID-19 buatan UGM )

“Ada banyak potensi pertanian di Afrika yang bisa dikembangkan. Oleh karena itu banyak daerah yang memerlukan ahli-ahli pertanian. Saat ini Sustainable Development Goals (SDGs) menekankan pada partnerships yaitu membawa private sector untuk terlibat dalam pembangunan pertanian,” ujar wanita kelahiran 1958 ini.

Erna berharap banyak generasi muda, terutama lulusan IPB University, yang mau berkiprah di Afrika. Dengan berkiprah di luar negeri, generasi muda dituntut untuk bisa bekerja keras dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

"Kreativitas akan muncul bila dikombinasikan dengan ilmu, pengalaman dan tantangan yang ingin dicoba untuk dipecahkan," pesannya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!