Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Gandeng GSM Kuatkan SDM SMK
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 06:07 WIB
Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud menggelar workshop penguatan ekosistem SMK di Kaliurang Barat, Sleman, Kamis (1/10). Foto Ist
SLEMAN - Direkorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selama tiga hari, Rabu-Jumat (30/9-2/10/2020) menyelenggarakan workshop Penguatan Eksosistem SMK melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di Kaliurang Barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Kegiatan bagi pengelola Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (PPMPV) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini untuk mendukung penciptaaan ekosistem pendidikan positif guna menyiapkan peserta didik SMK yang berkarakter dan sesuai kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). (Baca juga: 34.959 Guru Honorer Segera Diangkat PPPK, Komisi X Minta Seleksi Tahap II Dipercepat )
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatak workshop ini penting. Sebab BPPMPV memiliki andil besar untuk penguatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan bidang pendidikan vokasi. Sehingga kepala BPPMPV harus memiliki visi dan mindset sebagai agen perubahan agar dapat menjadi motor penggerak di lembaganya,
“Untuk menjalankan peran sebagai agen perubahan tersebut maka diperlukan perubahan pola pikir yang revolusioner selayaknya seorang CEO perusahaan,” kata Wikan.
Kegiatan bagi pengelola Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (PPMPV) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini untuk mendukung penciptaaan ekosistem pendidikan positif guna menyiapkan peserta didik SMK yang berkarakter dan sesuai kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). (Baca juga: 34.959 Guru Honorer Segera Diangkat PPPK, Komisi X Minta Seleksi Tahap II Dipercepat )
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatak workshop ini penting. Sebab BPPMPV memiliki andil besar untuk penguatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan bidang pendidikan vokasi. Sehingga kepala BPPMPV harus memiliki visi dan mindset sebagai agen perubahan agar dapat menjadi motor penggerak di lembaganya,
“Untuk menjalankan peran sebagai agen perubahan tersebut maka diperlukan perubahan pola pikir yang revolusioner selayaknya seorang CEO perusahaan,” kata Wikan.
Lihat Juga :