Warisan Budaya Dunia Unesco, Sejarah Jalur Rempah Harus Masuk Pembelajaran Sejarah
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 18:16 WIB
Totok menuturkan, pemahaman tentang jalur rempah harus bisa menggelora di tengah masyarakat. Seperti halnya pengetahuan batik, keris ataupun pencak silat yang sudah hidup di tengah masyarakat. Dia menuturkan, salah satu cara untuk menghidupkan memori dan makna penting jalur rempah ialah melalui pendidikan. Khususnya pembelajaran kepada anak. (Baca juga: 34.959 Guru Honorer Segera Diangkat PPPK, Komisi X Minta Seleksi Tahap II Dipercepat )
"Oleh karena itu, Kemendikbud dan para sejarawan, bapak dan ibu guru sejarah perlu kerja sama untuk membangun narasi kuat tentang jalur rempah ini dalam muatan sejarah yang akan diajarkan kepada anak kita," katanya.
Totok menerangkan, untuk menjadi outstanding universal value maka pengetahuan dan pemahaman jalur rempah diperlukan untuk masuk ke pemuatan pembelajaran sejarah. Sehingga, sejarah tentang jalur rempah melekat pada peserta didik dan juga masyarakat pada umumnya.
Dia menjelaskan, Balitbang dan Perbukuan telah mendukung proses nominasi ini dengan penelitian dan kajian yang telah dilakukan selama ini. Balitbang dan Perbukuan, katanya, sudah terlibat dalam penyiapan 6 warisan budaya Indonesia yang telah ditetapkan Unesco seperti Angklung yang terdaftar pada 2010, Tari Saman pada 2011, Noken pada 2012, 3 Genre Tari Bali pada 2015, Perahu Pinisi pada 2017 dan Pencak Silat pada 2019 lalu.
"Oleh karena itu, Kemendikbud dan para sejarawan, bapak dan ibu guru sejarah perlu kerja sama untuk membangun narasi kuat tentang jalur rempah ini dalam muatan sejarah yang akan diajarkan kepada anak kita," katanya.
Totok menerangkan, untuk menjadi outstanding universal value maka pengetahuan dan pemahaman jalur rempah diperlukan untuk masuk ke pemuatan pembelajaran sejarah. Sehingga, sejarah tentang jalur rempah melekat pada peserta didik dan juga masyarakat pada umumnya.
Dia menjelaskan, Balitbang dan Perbukuan telah mendukung proses nominasi ini dengan penelitian dan kajian yang telah dilakukan selama ini. Balitbang dan Perbukuan, katanya, sudah terlibat dalam penyiapan 6 warisan budaya Indonesia yang telah ditetapkan Unesco seperti Angklung yang terdaftar pada 2010, Tari Saman pada 2011, Noken pada 2012, 3 Genre Tari Bali pada 2015, Perahu Pinisi pada 2017 dan Pencak Silat pada 2019 lalu.
(mpw)
Lihat Juga :