PJJ Fase 2, FSGI: Siswa Masih Dijejali Penugasan yang Banyak dan Berat

Rabu, 07 Oktober 2020 - 09:16 WIB
Seorang siswa sekolah dasar (SD) fokus memeperhatikan gawainya saat mengikuti pembelajaran jarak jauh di rumahnya. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan mayoritas sekolah masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh . Ada pula buka tutup sekolah karena terjadi perubahan zona, misalnya hijau menjadi kuning atau merah.

Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan ada tiga jenis kegiatan belajar mengajar (KBM) selama pandemi Covid-19, yakni PJJ daring, gabungan daring dan luring, serta tatap muka. Sekolah di zona hijau dan kuning masih menggunakan kurikulum 2013, tetapi waktu belajar diperpendek menjadi 2-4 jam. (Baca juga: Kurikulum yang Disederhanakan Belum Diterapkan Maksimal )



Sekolah di zona orange dan merah, menurut Heru, menggunakan kurikulum 2013, tetapi belum disederhanakan. “Padahal pembelajaran lebih banyak searah, tanpa interaksi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (6/10).

FSGI menilai kurikulum 2013 yang disederhanakan belum dirasakan oleh siswa dan orang tua sebagai pendamping anak-anak belajar dari rumah. Penugasan masih banyak dan isi seluruh buku teks pelajaran tidak ada yang dilewati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!