Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Senin, 12 Oktober 2020 - 16:41 WIB
Asep menjelaskan, hadangan yang disebabkan Pandemi COVID-19 telah mendorong diselenggarakannya berbagai ajang prestasi secara virtual. Termasuk juga KSN, katanya, termasuk ajang prestasi yang paling menantang karena dilaksanakan secara realtime atau serentak layaknya Ujian Nasional (UN). Oleh karena itu, jelasnya, KSN pun memerlukan pengelolaan yang intens baik dari aspek teknologi, aplikasi, jaringan dan adaptasi soal dimana pada level internasional pun belum pernah dilakukan.
Asep mengatakan, rangkaian seleksi KSN telah dilakukan secara online dimulai dari tingkat provinsi. Dimulai untuk jenjang SMA pada 10-14 Agustus lalu. Kemudian seleksi tingkat SD pada 5-6 Oktober dan seleksi KSN tingkat SMP akan dilaksanakan pada 14-16 Oktober.
Plt Pusprenas Kemendikbud menuturkan, tantangan paling berat adalah menjaga marwah semua proses tetap berjalan adil dan penuh integritas sementara semua peserta harus tetap berada di rumah. "Sampai sejauh ini kita patut berbangga karena tidak ada ditemukan kecurangan yang berat. Kita semua percaya pada kejujuran anak-anak Indonesia dan keluarga-keluarga Indonesia yang hebat," ujarnya.
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri menjelaskan, KSN adalah upaya Kemendikbud untuk memberi pembinaan kepada peserta didik untuk membekali mereka agar memiliki kompetensi dan karakter yang unggul. Yang pada gilirannya nanti, ujar Dirjen Jumeri, para peserta baik untuk jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan juga sekolah menengah atas yang memenangkan kompetisi ini juga akan memenangkan kompetisi sains di lingkup global.
"Kepada anak-anakku saya harapkan teruslah berprestasi setinggi-tingginya agar anak-anakku memiliki sumbangsih bagi kemajuan peradaban dunia. Sebagaimana tema KSN tahun ini Sains sebagai Jalan Peradaban dengan tagar Berprestasi Dari Rumah Jujur Itu Juara Semangat Menolak Menyerah," tutur mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Asep mengatakan, rangkaian seleksi KSN telah dilakukan secara online dimulai dari tingkat provinsi. Dimulai untuk jenjang SMA pada 10-14 Agustus lalu. Kemudian seleksi tingkat SD pada 5-6 Oktober dan seleksi KSN tingkat SMP akan dilaksanakan pada 14-16 Oktober.
Plt Pusprenas Kemendikbud menuturkan, tantangan paling berat adalah menjaga marwah semua proses tetap berjalan adil dan penuh integritas sementara semua peserta harus tetap berada di rumah. "Sampai sejauh ini kita patut berbangga karena tidak ada ditemukan kecurangan yang berat. Kita semua percaya pada kejujuran anak-anak Indonesia dan keluarga-keluarga Indonesia yang hebat," ujarnya.
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri menjelaskan, KSN adalah upaya Kemendikbud untuk memberi pembinaan kepada peserta didik untuk membekali mereka agar memiliki kompetensi dan karakter yang unggul. Yang pada gilirannya nanti, ujar Dirjen Jumeri, para peserta baik untuk jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan juga sekolah menengah atas yang memenangkan kompetisi ini juga akan memenangkan kompetisi sains di lingkup global.
"Kepada anak-anakku saya harapkan teruslah berprestasi setinggi-tingginya agar anak-anakku memiliki sumbangsih bagi kemajuan peradaban dunia. Sebagaimana tema KSN tahun ini Sains sebagai Jalan Peradaban dengan tagar Berprestasi Dari Rumah Jujur Itu Juara Semangat Menolak Menyerah," tutur mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah tersebut.
(mpw)
Lihat Juga :