1.108 Mahasiswa Dilibatkan Jadi Duta Edukasi Perubahan Perilaku

Selasa, 13 Oktober 2020 - 22:28 WIB
Doni menyampaikan, saat ini di tanah air yang sudah terpapar itu sudah mencapai lebih dari 350 ribu orang. Kemudian korban yang meninggal, ujarnya, saat ini sudah mendekati 12.000 orang. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan dengan cara memakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan serta sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan desinfektan. (Baca juga: Siapkan Bekal dan Modal, Kemendikbud Dorong Mahasiswa Jadi Wirausahawan Muda )

Doni mengatakan, edukasi masyarakat terhadap protokol kesehatan bisa menggandeng tokoh-tokoh masyarakat yang ada di daerah dan sampai tingkat RT/RW. Mereka perlu diajak sebab dia meyakini jika pendekatan berbasis kearifan lokal atau dengan mencari tokoh yang memiliki kewibawaan dan dihargai oleh masyarakat setempat maka tingkat kepatuhan masyarakat akan bisa lebih tinggi lagi.

"Termasuk juga melibatkan para orang tua. Sebagaimana kita semuanya orang Indonesia itu selalu menghargai orang tua terutama ibu kita dan banyak di antara kita yang sangat patuh atas arahan dan nasehat orang tua," ujarnya.

Doni pun berharap para duta perubahan perilaku ini bisa menjaga imunitas tubuhnya setiap saat tatkala bertugas di lapangan. Dengan cara istirahat yang cukup, olahraga teratur, tidak boleh panik, hati juga harus gembira serta makan makanan yang bergizi dan minum vitamin.

"Sukses selalu, jaga kesehatan, tidak boleh juga mengabaikan protokol kesehatan sebab setiap saat kita bisa terancam oleh COVID-19. Jaga jarak harus menjadi prioritas. Tetap waspada dan selamat berjuang. Tuhan bersama anda semua," pesan Doni.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!