Selamat, UII Tambah Satu Guru Besar Bidang Farmasetika
Senin, 19 Oktober 2020 - 17:26 WIB
Fathul menjelaskan isu-isu publik pun perlu mendapatkan perhatian dan semakin ditekuni. Akar kata profesor sudah mengindikasikan hal ini. Karenanya, seorang profesor tidak hanya menyimpan isu-isu penting yang terinformasikan atau dibenarkan, tetapi bersedia menyatakan, mempertahankan, atau merekomendasikan isu-isu penting secara terbuka, baik di dalam kelas maupun melalui tulisan. (Baca juga: Sisihkan Ratusan Peserta, Mahasiswa UB Raih Juara Kompetisi Pangan se-Asia )
“Selain itu, profesor juga dituntut untuk rajin menyampaikan opininya kepada publik, tidak hanya di kalangan akademik, tetapi juga khalayak ramai serta membangun jembatan antara disiplin ilmunya dengan kemajuan masyarakat, pembangunan bangsa, dan kelahiran peradaban baru,” paparnya.
Direktur Sumber Daya Manusia UII Ike Agustina, menambahkan jumlah guru besar UII dipastikan akan bertambah. Sebab saat ini dari 143 dosen UII yang layak diajukan ke guru besar (55 dosen lektor dan 88 dosen lektor). empat dosen sudah diusulkan ke LLDikti dan empat dosen sedang dalam proses.
“Selain itu, profesor juga dituntut untuk rajin menyampaikan opininya kepada publik, tidak hanya di kalangan akademik, tetapi juga khalayak ramai serta membangun jembatan antara disiplin ilmunya dengan kemajuan masyarakat, pembangunan bangsa, dan kelahiran peradaban baru,” paparnya.
Direktur Sumber Daya Manusia UII Ike Agustina, menambahkan jumlah guru besar UII dipastikan akan bertambah. Sebab saat ini dari 143 dosen UII yang layak diajukan ke guru besar (55 dosen lektor dan 88 dosen lektor). empat dosen sudah diusulkan ke LLDikti dan empat dosen sedang dalam proses.
(mpw)
Lihat Juga :