Program Pendidikan hanya Berganti Nama, Ini Kritik Buat Mendikbud
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:49 WIB
Setahun terakhir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusung beberapa program, seperti sekolah penggerak, guru penggerak, organisasi penggerak, penghapusan ujian nasional (UN), dan penyederhanaan kurikulum.
Pada periode sebelumnya, ada program guru inti, guru pembelajar, pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk guru. Selain itu, ada program sekolah inti dan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).
Kemudian, kurikulum berganti bersamaan dengan pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Ada beberapa kurikulum yang silih berganti, seperti berbasis kompetensi, tingkat satuan pendidikan, kurikulum 2013, revisi kurikulum 2013, dan penyederhanaan kurikulum. (Baca juga: Asah Kemampuan Siswa, Kemendikbud Kembali Gelar 2 Kompetisi Debat untuk SMA )
Mendikbud Nadiem Makarim sendiri mengusung program Merdeka Belajar. Belakangan diketahui, nama itu sudah dipatenkan oleh swasta. Mereka, menurut Indra, menjalankan program yang sama dengan Organisasi Penggerak dan Komunitas Organisasi Pendidikan (KOP).
Direktur Eksekutif Center for Education Regulations and Development (CERDAS) itu program itu jauh berbeda dengan MGMP Reborn milik Kemendikbud pada periode sebelumnya. “Sekilas terlihat bahwa tidak ada inovasi baru pada program Kemendikbud. Semuanya sebatas ganti nama saja, dan tentunya memakan anggaran lebih banyak,” ucapnya.
Contoh lain, UN tahun ini menggunakan anggaran Rp200 miliar. Sementera itu, Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti UN tahun depan akan menggunakan anggaran Rp1,4 triliun.
Pada periode sebelumnya, ada program guru inti, guru pembelajar, pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk guru. Selain itu, ada program sekolah inti dan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).
Kemudian, kurikulum berganti bersamaan dengan pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Ada beberapa kurikulum yang silih berganti, seperti berbasis kompetensi, tingkat satuan pendidikan, kurikulum 2013, revisi kurikulum 2013, dan penyederhanaan kurikulum. (Baca juga: Asah Kemampuan Siswa, Kemendikbud Kembali Gelar 2 Kompetisi Debat untuk SMA )
Mendikbud Nadiem Makarim sendiri mengusung program Merdeka Belajar. Belakangan diketahui, nama itu sudah dipatenkan oleh swasta. Mereka, menurut Indra, menjalankan program yang sama dengan Organisasi Penggerak dan Komunitas Organisasi Pendidikan (KOP).
Direktur Eksekutif Center for Education Regulations and Development (CERDAS) itu program itu jauh berbeda dengan MGMP Reborn milik Kemendikbud pada periode sebelumnya. “Sekilas terlihat bahwa tidak ada inovasi baru pada program Kemendikbud. Semuanya sebatas ganti nama saja, dan tentunya memakan anggaran lebih banyak,” ucapnya.
Contoh lain, UN tahun ini menggunakan anggaran Rp200 miliar. Sementera itu, Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti UN tahun depan akan menggunakan anggaran Rp1,4 triliun.
Lihat Juga :