Songsong Kompetisi Global, UI Lantik Tiga Wakil Rektor Baru
Rabu, 21 Oktober 2020 - 16:48 WIB
UI menggelar acara serah terima jabatan dan pelantikan tiga Wakil Rektor di Balai Kirti, Pusat Administrasi Universitas, Kampus Depok, Rabu (21/10). Foto/Dok/Humas UI
JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) menggelar acara serah terima jabatan dan pelantikan tiga Wakil Rektor di Balai Kirti, Pusat Administrasi Universitas, Kampus Depok, pada Rabu (21/10).
Pada acara tersebut, Rektor UI Prof. Ari Kuncoro , melantik Prof. Abdul Haris, drg. Nurtami, dan Prof. Dedi Priadi, sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan; Wakil Rektor Riset dan Inovasi; dan Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UI bernomor 1701, 1702, 1703/SK/R/UI/2020, Prof. Abdul Haris, menggantikan Prof. Rosari Saleh; drg. Nurtami, menggantikan Prof. Abdul Haris, dan Prof. Dedi Priadi, menggantikan Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi, sebagai wakil rektor untuk periode rektor 2019-2024. (Baca juga: Kolaborasi Riset, UI Inisiasi Pertemuan Peneliti UI dan Dispora Indonesia )
Dalam sambutannya, Prof. Ari Kuncoro menuturkan, perubahan merupakan hal lumrah terjadi di sebuah organisasi. Saat ini, Indonesia tengah berada di situasi pandemi, menuntut perguruan tinggi untuk bertransformasi gesit menghadapi perubahan yang banyak terjadi di luar. Improvisasi dibutuhkan untuk menyongsong kompetisi global.
Pada acara tersebut, Rektor UI Prof. Ari Kuncoro , melantik Prof. Abdul Haris, drg. Nurtami, dan Prof. Dedi Priadi, sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan; Wakil Rektor Riset dan Inovasi; dan Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UI bernomor 1701, 1702, 1703/SK/R/UI/2020, Prof. Abdul Haris, menggantikan Prof. Rosari Saleh; drg. Nurtami, menggantikan Prof. Abdul Haris, dan Prof. Dedi Priadi, menggantikan Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi, sebagai wakil rektor untuk periode rektor 2019-2024. (Baca juga: Kolaborasi Riset, UI Inisiasi Pertemuan Peneliti UI dan Dispora Indonesia )
Dalam sambutannya, Prof. Ari Kuncoro menuturkan, perubahan merupakan hal lumrah terjadi di sebuah organisasi. Saat ini, Indonesia tengah berada di situasi pandemi, menuntut perguruan tinggi untuk bertransformasi gesit menghadapi perubahan yang banyak terjadi di luar. Improvisasi dibutuhkan untuk menyongsong kompetisi global.
Lihat Juga :