Kemenag Minta Guru Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 20:09 WIB
Pertama, memasukkan nilai-nilai humanisme, seperti saling menghargai dan menghormati antar sesama. Jepang barangkali bisa menjadi contoh dalam pendidikan karakter yang dimulai sejak pendidikan usia dini. Ini menyebabkan tradisi dan nilai- nilai luhur mereka tidak tergerus oleh modernitas. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, menghormati yang lebih senior, sportifitas, nilai malu terintegrasi dalam kurikulum pendidikan mereka

Kedua, mengembangkan karakter keilmuan, yakni dengan menciptakan curiosity, rasa ingin tahu yang tinggi ( search of inquiry), sehingga ilmu, kreatifitas dan inovasi berkembang. Ketiga, menanamkan kecintaan dan kebanggaan kepada Indonesia. "Tiga hal tersebut harus ditanamkan sejak dini terutama di tingkat RA,” sambung Zain.

Terkait serial pelatihan pengembangan kapasitas guru RA secara daring, Zain berterimakasih kepada semua pihak atau lembaga yang telah membantu terlaksananya webinar series ini. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Direktorat GTK Madrasah dengan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), KKG RA, Koalisi Nasional PAUD HI, UNICEF, dan INOVASI. (Baca juga: Pesan Mendikbud: Tingkatkan Literasi Bahasa Indonesia dan Daerah )

Menurut Zain, apa yang telah dilakukan merupakan langkah positif, sehingga pengembangan kapasitas guru RA harus terus dilakukan, apapun kondisinya.

Pelatihan pengembangan kapasitas guru RA secara daring mendapat apresiasi dari banyak pihak. Education Specialist United Nations Children's Fund (UNICEF) Nugroho Indera Warman, menyampaikan bahwa selama masa pandemic ini banyak kendala dan hambatan yang terjadi terutama di sector pendidikan.

“Saya senang sekali ketika Kemenag menyambut baik kerjasama untuk meningkatkan kompetensi guru-guru RA melalui webinar series dengan harapan agar para peserta dapat membagi ilmu yang telah diterimanya dengan baik di daerah masing-masing,” ujarnya. (Baca juga: Subsidi Gaji untuk 864.840 Guru Non PNS Usulan Kemenag Diverifikasi BPJS )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!