Pesan Mendikbud: Tingkatkan Literasi Bahasa Indonesia dan Daerah
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:25 WIB
loading...
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendorong agar peringatan Hari Sumpah Pemuda di tahun ini semakin menyadarkan penting menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan di acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2020 yang digelar secara daring, Rabu (28/10/2020).
Dalam rangka peringatan tersebut, ia mengatakan Kemendikbud setiap tahunnya menggelar Bulan Bahasa dan Sastra. Adapun tema yang diusung tahun ini adalah Berbahasa untuk Indonesia Sehat. Tema tersebut berkaitan erat dengan pemahaman bahwa kemampuan berbahasa dan bersastra yang baik dapat membantu masyarakat untuk saling memahami. (Baca juga: Di Tengah Pandemi, Perpanjangan Izin Operasional Pendidikan Dipermudah )
“Dengan kesalingpahaman, permasalahan apapun dapat diatasi. Termasuk dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini. Tema ini juga menyiratkan optimisme bangsa agar mampu mewujudkan bangsa yang sehat secara jasmani dan rohani,” kata dia.
Keberadaan bahasa Indonesia, lanjut Nadiem, telah menjadi anugerah bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab, bahasa menjadi salah satu alat untuk merajut persatuan dan kekuatan bangsa.
Tidak hanya bahasa Indonesia, pendiri layanan transportasi daring GoJek tersebut mengakui berbagai bahasa daerah ikut mengokohkan diri sebagai sebuah bangsa. Saat ini, Kemendikbud telah memetakan 718 bahasa daerah yang digunakan masyarakat di berbagai penjuru Nusantara. Hal itu dilakukan lewat kebijakan pengembangan bahasa dan sastra di Indonesia yang diarahkan untuk tetap merawat kebhinekaan di masyarakat. (Baca juga: Setahun Kemendikbud, Pelatihan Guru Terus Ditingkatkan )
Dalam rangka peringatan tersebut, ia mengatakan Kemendikbud setiap tahunnya menggelar Bulan Bahasa dan Sastra. Adapun tema yang diusung tahun ini adalah Berbahasa untuk Indonesia Sehat. Tema tersebut berkaitan erat dengan pemahaman bahwa kemampuan berbahasa dan bersastra yang baik dapat membantu masyarakat untuk saling memahami. (Baca juga: Di Tengah Pandemi, Perpanjangan Izin Operasional Pendidikan Dipermudah )
“Dengan kesalingpahaman, permasalahan apapun dapat diatasi. Termasuk dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini. Tema ini juga menyiratkan optimisme bangsa agar mampu mewujudkan bangsa yang sehat secara jasmani dan rohani,” kata dia.
Keberadaan bahasa Indonesia, lanjut Nadiem, telah menjadi anugerah bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab, bahasa menjadi salah satu alat untuk merajut persatuan dan kekuatan bangsa.
Tidak hanya bahasa Indonesia, pendiri layanan transportasi daring GoJek tersebut mengakui berbagai bahasa daerah ikut mengokohkan diri sebagai sebuah bangsa. Saat ini, Kemendikbud telah memetakan 718 bahasa daerah yang digunakan masyarakat di berbagai penjuru Nusantara. Hal itu dilakukan lewat kebijakan pengembangan bahasa dan sastra di Indonesia yang diarahkan untuk tetap merawat kebhinekaan di masyarakat. (Baca juga: Setahun Kemendikbud, Pelatihan Guru Terus Ditingkatkan )
Lihat Juga :