Sisihkan 68 Tim, ITB Sabet Juara I Geoteknik Tingkat Nasional 2020

Senin, 02 November 2020 - 15:37 WIB
Lomba Geoteknik Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2020 ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Sipil ITS bekerjasama dengan PT. Teknindo Geosistem Unggul dan Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI). Lomba yang bertajuk Geotechnical Engineering Competition (GEC) itu diikuti oleh 69 tim yang berasal dari 28 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. (Baca juga: IPB University Bertahan di Posisi 601-800 pada THE WUR 2021 )

Setelah melalui babak penyisihan, tersisa 10 tim yang berhasil maju ke babak final. Kesepuluh tim finalis itu adalah 1 tim dari ITS Surabaya, 3 tim dari ITB Bandung, 1 tim dari UNPAR Bandung, 2 tim dari UGM Yogyakarta, 1 tim dari UNEJ Jember dan 2 tim dari UNDIP Semarang.

Pada babak final Lomba Geoteknik Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2020, 10 tim finalis saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Selama 4 hari, sejak 28 Oktober 2020, 10 tim finalis harus mengikuti rangkaian babak final secara virtual.

Kemudian pada 29 hingga 30 Oktober 2020, selama 12,5 jam mereka harus berkompetisi melakukan perancangan pekerjaan perbaikan tanah lunak untuk perpanjangan landas pacu suatu bandar udara. Pada hari terakhir, tanggal 31 Oktober 2020, para finalis mempresentasikan hasil perancangannya di hadapan 5 orang anggota Dewan Juri yang semuanya merupakan ahli geoteknik dari HATTI.

Kelima juri tersebut adalah Ir. Wahyu P. Kuswanda (Ketua merangkap Anggota), Dr. Ir. Helmy Darjanto, (Anggota), Dr. Ardy Arsyad, (Anggota), Dr. Yustian Heri Suprapto, (Anggota) dan Dr. James Jatmiko Oetomo, (Anggota).

Ketua Dewan Juri, Ir. Wahyu P. Kuswanda mengakui, para juara pada Lomba Geoteknik Mahasiswa Tingkat Nasional pada tahun 2020 ini kemampuannya sangat mengagumkan. Dalam waktu yang relatif singkat, hanya selama 12,5 jam, mereka mampu menyelesaikan laporan perancangan pekerjaan perbaikan tanah lunak dengan tingkat permasalahan geoteknik yang sangat kompleks. Apalagi beberapa tim memiliki rekan anggota tim yang lokasinya berjauhan. Ada tim yang anggotanya berlokasi di kota yang berlainan, bahkan berlainan pulau.

“Walaupun mereka masih mahasiswa teknik sipil Semester VII, bahkan ada yang masih Semester V, namun mereka dengan sangat bagus mampu mempresentasikan hasil perancangannya dan dengan tangkas menjawab pertanyaan Dewan Juri yang telah berpengalaman sebagai ahli geoteknik”, ujarnya.

Ir. Wahyu P. Kuswanda sendiri telah berpengalaman 6 kali menjadi Ketua Dewan Juri Lomba yang sama sejak tahun 2014. Ia juga menjabat sebagai Direktur PT Teknindo Geosistem Unggul yang sejak tahun 2014 secara berturut-turut bertindak selaku sponsor tunggal lomba ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!