Selama PJJ Siswa Alami Tekanan Psikososial, FSGI Minta Kemenkes Turun Tangan

Senin, 02 November 2020 - 17:48 WIB
Akibatnya, ada anak yang tidak bisa mengatur waktu belajar, kesulitan memahami pelajaran, dan tidak memahami instruksi guru. Tidak bisa dimungkiri pandemi Covid-19 telah berdampak pada psikososial dari anak dan remaja. (Baca juga: FSGI Sebut Masalah PJJ hingga Kini Tak Bisa Diatasi )

Mereka mengalami bosan karena tinggal di rumah, khawatir tertinggal pelajaran, dan timbul perasaan tidak aman. Perasaan lain yang menghinggapi mereka adalah takut terkena penyakit, merindukan teman-teman, dan khawatir tentang penghasilan orang tua.

Dalam kondisi seperti ini, orang tua bisa menjadi penguat untuk anak-anak. Namun, bisa juga menjadi sumber masalah, misalnya, melakukan kekerasan kepada anak karena tidak memiliki kesabaran dalam mendampingi anak belajar.

FSGI mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan dinas kesehatan untuk membantu para orang tua dan anak-anak untuk mengatasi masalah psikososial ini. Gejala-gejala umum masalah psikologi, seperti menurunnya semangat untuk melakukan aktivitas, mudah marah, dan cepat kehilangan konsentrasi.

Kemenkes, menurut Retno, harus membuat regulasi yang menikberatkan arah dari setiap kebijakan pada terwujudnya masyarakat yang peduli pada kesehatan jiwa. “Seberapa efektif upaya ini sampai di sasarannya perlu dilakukan monitoring dan evaluasi,” pungkas Retno.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!