Bermodal Kulit Mangga, Mahasiswa ITS Raih Emas di Korsel

Selasa, 03 November 2020 - 00:15 WIB
Metode ini, ungkap Tiara yang akrab disapa Mahen ini, menggunakan prinsip elektrokimia. “Limbah dari proses ini cukup banyak dan berbahaya, sehingga kami perlu mencari alternatif lainnya,” katanya melalui siaran pers, Senin (2/11). (Baca juga: Ini 10 Universitas yang Alumninya Paling Banyak Lulus CPNS 2019 )

Kulit mangga dipilih sebagai bahan dasar penelitian karena kulit mangga seringkali dibuang dan dapat membuat limbah organik baru. “Tak mau itu terjadi, kami memanfaatkan kulit mangga untuk inhibitor, di mana kulit tersebut mengandung senyawa kimia seperti flavonoid yang mampu bertindak sebagai antioksidan,” ujarnya.

Karena sifat tersebut, lanjut gadis asal Bogor ini, laju korosi dapat ditahan. Dalam prosesnya, pertama mereka menjemur kulit mangga hingga kering. Kemudian, kulit mangga tersebut dicacah hingga dapat dilakukan pengekstrakan. Hasil ekstrak tersebut nantinya akan dicampur dengan larutan uji yaitu air garam (NaCl).

“Larutan uji tersebut kami gunakan untuk mengetahui tingkat korosi pada logam serta efektivitas inhibitor dalam menahan laju korosinya,” imbuh mahasiswi yang juga tergabung dalam Tim Spektronics ITS tersebut. (Baca juga: 82 Tim Program Kreativitas Mahasiswa UGM Lolos PIMNAS 2020 )

Dalam risetnya, penelitian ini sudah diujicobakan ke plat SS-304, yakni salah satu jenis plat logam yang banyak digunakan untuk kaleng makanan dan barang rumah tangga lainnya. Hasilnya, inhibitor ini berhasil menahan laju korosi dengan efisiensi sebesar 88 persen. “Sebenarnya sudah ada penelitian serupa, namun yang membedakan dengan penelitian kami adalah jenis logam dan bahan inhibitor yang dipakai,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!