Anggaran Kemendikbud untuk Perguruan Tinggi akan Naik 70% Tahun Depan
Selasa, 03 November 2020 - 21:29 WIB
Nadiem menuturkan, pada 2021 Kemendikbud akan meningkatkan total anggaran yang disalurkan ke PTN dan PTS sebesar 70%. Diketahui, dari data saat paparan Mendikbud, tercatat anggaran yang disalurkan ke PTN dan PTS pada 2020 Rp2,9 triliun. Pada 2021 menjadi Rp4,95 Triliun. (Baca juga: UGM-BATAN Kembangkan Rumput Gama Umami yang Super Unggul, Ini Hasilnya )
Akan tetapi, Nadiem melanjutkan, penyaluran anggaran ini komponen terbesarnya adalah berdasarkan kinerja dan program berbasis proposal yang baik dan berbasis misi diferensiasi masing-masing perguruan tinggi. "Jadinya, kita akan tingkatkan anggaran, tapi dalam kondisi-kondisi bahwa perubahan yang ingin kita harapkan itu tercapai," imbuhnya.
Mendikbud menjelaskan, ada tiga tujuan utama peningkatan pendanaan bagi perguruan tingggi ini. Pertama, adalah untuk melahirkan lulusan yang produktif mendapatkan pekerjaan dalam waktu singkat dan berpenghasilan layak. Kedua agar dosen lebih mengerti kebutuhan dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Ketiga, kurikulum dan proses pembelajaran yang mengasah kemampuan kolaborasi dan pemecahan masalah.
"Kita harus berani melakukan perubahan yang sangat dinamis untuk bisa bersaing di tingkat dunia. SDM Indonesia akan bersaing secara global untuk itu kita harus melakukan lompatan,"pungkasnya.
Akan tetapi, Nadiem melanjutkan, penyaluran anggaran ini komponen terbesarnya adalah berdasarkan kinerja dan program berbasis proposal yang baik dan berbasis misi diferensiasi masing-masing perguruan tinggi. "Jadinya, kita akan tingkatkan anggaran, tapi dalam kondisi-kondisi bahwa perubahan yang ingin kita harapkan itu tercapai," imbuhnya.
Mendikbud menjelaskan, ada tiga tujuan utama peningkatan pendanaan bagi perguruan tingggi ini. Pertama, adalah untuk melahirkan lulusan yang produktif mendapatkan pekerjaan dalam waktu singkat dan berpenghasilan layak. Kedua agar dosen lebih mengerti kebutuhan dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Ketiga, kurikulum dan proses pembelajaran yang mengasah kemampuan kolaborasi dan pemecahan masalah.
"Kita harus berani melakukan perubahan yang sangat dinamis untuk bisa bersaing di tingkat dunia. SDM Indonesia akan bersaing secara global untuk itu kita harus melakukan lompatan,"pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :