Agus Maryono Raih Penghargaan Paten Terbaik UGM

Kamis, 12 November 2020 - 07:36 WIB
Setelah menyempurnakan beberapa bagian, Agus mulai menulis paten untuk alat ini pada 2016, yang kemudian menerima layak paten pada 2019 dan mendapat nomor paten pada tahun ini. (Baca juga: UGM Peringkat II Perguruan Tinggi Inovatif versi Kemenristek/BRIN )

“Sambil menunggu paten tentunya saya tidak berhenti dan tidak melakukan apa-apa. Saya terus melakukan sosialisasi sambil mengembangkan gerakan memanen air hujan. Kongres memanen air hujan yang diselenggarakan pada 2018 adalah salah satu bentuk gerakan itu,” paparnya.

Meski memiliki paten untuk alat yang ia kembangkan, Agus ingin agar masyarakat dapat membuat alat ini secara mandiri sesuai kebutuhan mereka. Alat berupa sistem semi otomatis ini dapat dibangun oleh masayarakat luas dengan arahan awal oleh pakar terkait dan pada implementasi luas akan dapat ikut menyelesaikan masalah air bersih, banjir, dan kekeringan.

Individu ataupun kelompok yang ingin membuat alat ini bisa mengetahui langkah-langkah yang diperlukan melalui video-video yang ia unggah pada kanal Youtube. Saat ini, alat tersebut sudah terpasang di berbagai daerah di seluruh Indonesia, dari Pulau Sumatra, Kalimantan, hingga Maluku. (Baca juga: Lulusan Perguruan Tinggi Perlu Miliki Smart Skills dan Sharp Skills )

“Alat ini meski sifatnya paten tapi sudah cukup dikenal karena sistemnya sederhana dan mudah dipahami. Ada videonya di youtube jadi masyarakat bisa membuat sendiri,” terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!