PGRI: Digitalisasi Pendidikan akan Sia-sia tanpa Pembenahan Infrastruktur
Jum'at, 13 November 2020 - 08:46 WIB
Sejumlah siswa mengikuti proses belajar-mengajar dengan daring atau pembelajaran jarak jauh di sebuag saung tak jauh dari rumahnya. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal lebih fokus untuk digitalisasi pendidikan pada 2021. Akan tetapi, menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi hal itu sulit terwujud tanpa adanya pembenahan infrastruktur.
“Jangan ide dulu dikeluarkan tapi infrastrukturnya belum disiapkan, itu yang selalu terjadi saat ini,” terangnya di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/11). (Baca juga: PGRI: Banyak Sekolah di Daerah Belum Terima Sosialisasi Asesmen Nasional )
Unifah mengatakan, seperti halnya pembelajaran jarak jauh (PJJ), perlu diadopsi dalam sistem pendidikan di masa mendatang. Dalam hal ini, Kemendikbud harus mengaturnya agar itu terlaksana.
“Ya, berpikir dahulu PJJ bagaimana nanti pasca Covid. Tidak sepenuhnya kita mengajar kayak biasa lagi, blended learning. Infrastruktur dasar seperti listrik dan internet di daerah terpencil dipikirkan. Itu saya berharap diselesaikan dulu, baru ngomong digitalisasi sekolah,” imbuhnya.
“Jangan ide dulu dikeluarkan tapi infrastrukturnya belum disiapkan, itu yang selalu terjadi saat ini,” terangnya di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/11). (Baca juga: PGRI: Banyak Sekolah di Daerah Belum Terima Sosialisasi Asesmen Nasional )
Unifah mengatakan, seperti halnya pembelajaran jarak jauh (PJJ), perlu diadopsi dalam sistem pendidikan di masa mendatang. Dalam hal ini, Kemendikbud harus mengaturnya agar itu terlaksana.
“Ya, berpikir dahulu PJJ bagaimana nanti pasca Covid. Tidak sepenuhnya kita mengajar kayak biasa lagi, blended learning. Infrastruktur dasar seperti listrik dan internet di daerah terpencil dipikirkan. Itu saya berharap diselesaikan dulu, baru ngomong digitalisasi sekolah,” imbuhnya.
Lihat Juga :