Rektor IPB: Kampus Harus Siap Jadi Pusat Riset Industri Pangan

Kamis, 19 November 2020 - 21:52 WIB
Menurut Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) ini inovasi pangan ke depan setidaknya mencakup empat hal. Pertama, inovasi yang mengarah pada perbaikan ekosistem dan lingkungan. Terkait hal ini, IPB University telah mengembangkan sistem yang bisa mendeteksi kebakaran hutan enam bulan sebelum kejadian. (Baca juga: Kemenristek Gelontorkan Rp40 M pada Anugerah HKI Produktif dan Berkualitas )

"IPB University juga mengembangkan alat yang bisa mendeteksi perubahan tata guna lahan secara smar,” imbuhnya.

Kedua, inovasi untuk peningkatan produktivitas yang berbasis pada teknologi 4.0. Ketiga, inovasi untuk diversifikasi pangan dan substitusi impor yang berbasis bahan baku lokal. Keempat, inovasi sosial, seperti Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), One Village One CEO, dan Desa Presisi.

“Keempat jenis inovasi ini perlu kita dorong karena inovasinya yang bersifat inklusif, presisi dan berkelanjutan. Inklusif berarti inovasi harus menyentuh masyarakat lapisan menengah ke bawah, juga menyentuh yang industri besar dalam konteks peningkatan daya saing,” imbuhnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!