Mendikbud: Vokasi Harus Bisa Menjadi Solusi
Minggu, 22 November 2020 - 06:08 WIB
Kemdikbud, katanya, terus berusaha menghadirkan berbagai terobosan baru. Tak hanya menambah daya tarik pendidikan vokasi, tetapi juga memberi kesempatan bagi peserta didik untuk memilih yang terbaik. Pekan lalu, Kemdikbud telah meluncurkan dua program terobosan, yaitu program SMK Diploma 2 (D2) jalur cepat dan program peningkatan prodi D3 menjadi sarjana terapan atau D4.
“Terobosan ini kami hadirkan untuk memberikan kesempatan yang lebih fleksibel bagi pendidikan vokasi, sehingga dapat berjejaring dan menyiapkan calon tenaga kerja yang handal dan matang,” ucapnya.
Nadiem juga mengajak berpikir dari hulu ke hilir. Program-program vokasi termasuk PT Vokasi harus berbasis kebutuhan nyata. Tanpa hal itu, tentunya tidak dapat menciptakan lulusan dengan kompetensi yang relevan, memiliki mental siap kerja, dan siap belajar sepanjang hayat. “Vokasi harus bisa menjadi solusi, berinovasi, dan kuat untuk Indonesia,” imbuhnya.
Nadiem juga menegaskan, tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi ada di pundak kita semua. Ia berharap upaya baik ini dapat segera terlaksana, sehingga dapat menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dan vokasi bisa semakin berperan strategis dalam memajukan Indonesia.
Rektor ITS Prof Mochamad Ashari menjelaskan, seminar dan kongres tahun ini mengusung tema besar Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Industri untuk Menjadikan Indonesia Lebih Hebat. Tak hanya itu, pada sidang komisi ini terbagi menjadi empat bidang yang diharapkan bisa menjawab isu-isu dan permasalahan substantif, serta mencapai tujuan yang strategis. Empat bidang tersebut adalah Sinergi Industri, Pendidikan Vokasi dan Profesi, Teaching Factory, serta Keorganisasian dan Proker.
“Terobosan ini kami hadirkan untuk memberikan kesempatan yang lebih fleksibel bagi pendidikan vokasi, sehingga dapat berjejaring dan menyiapkan calon tenaga kerja yang handal dan matang,” ucapnya.
Nadiem juga mengajak berpikir dari hulu ke hilir. Program-program vokasi termasuk PT Vokasi harus berbasis kebutuhan nyata. Tanpa hal itu, tentunya tidak dapat menciptakan lulusan dengan kompetensi yang relevan, memiliki mental siap kerja, dan siap belajar sepanjang hayat. “Vokasi harus bisa menjadi solusi, berinovasi, dan kuat untuk Indonesia,” imbuhnya.
Nadiem juga menegaskan, tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi ada di pundak kita semua. Ia berharap upaya baik ini dapat segera terlaksana, sehingga dapat menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dan vokasi bisa semakin berperan strategis dalam memajukan Indonesia.
Rektor ITS Prof Mochamad Ashari menjelaskan, seminar dan kongres tahun ini mengusung tema besar Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Industri untuk Menjadikan Indonesia Lebih Hebat. Tak hanya itu, pada sidang komisi ini terbagi menjadi empat bidang yang diharapkan bisa menjawab isu-isu dan permasalahan substantif, serta mencapai tujuan yang strategis. Empat bidang tersebut adalah Sinergi Industri, Pendidikan Vokasi dan Profesi, Teaching Factory, serta Keorganisasian dan Proker.
(mpw)
Lihat Juga :