Masih Rawan Covid-19, Belajar Tatap Muka Diminta Setelah Vaksinasi
Jum'at, 04 Desember 2020 - 13:37 WIB
Pelaksanaan rapid tes siswa SMP Negeri 4 Surakarta sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka. Foto/Dok/SINDOnews
BANDUNG - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat sepakat atas usul Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar pembakaran tatap muka di sekolah digelar setelah dilakukan vaksinasi COVID-19.
Vaksinasi, tak hanya diberikan kepada guru, tetapi juga kepada siswa. Vaksinasi bisa dilakukan dengan catatan vaksin yang diberikan pun harus dijamin keamanannya. (Baca juga: Tak Optimal, Banyak Guru Mengaku Jenuh dengan Pembelajaran Jarak Jauh )
"Kebijakan belajar tatap muka ini dapat dilakukan oleh semua pihak, jika para siswa dan guru sudah dilakukan suntik vaksin. Tujuannya agar kita bisa menghadirkan pencegahan maksimal kepada peserta didik dan guru dari keterpaparan corona," jelas Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan, Jumat (4/12/2020).
Menurut dia, potensi anak dan guru terpapar virus corona cukup tinggi. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa dari sembilan orang ada satu anak reaktif COVID.
Vaksinasi, tak hanya diberikan kepada guru, tetapi juga kepada siswa. Vaksinasi bisa dilakukan dengan catatan vaksin yang diberikan pun harus dijamin keamanannya. (Baca juga: Tak Optimal, Banyak Guru Mengaku Jenuh dengan Pembelajaran Jarak Jauh )
"Kebijakan belajar tatap muka ini dapat dilakukan oleh semua pihak, jika para siswa dan guru sudah dilakukan suntik vaksin. Tujuannya agar kita bisa menghadirkan pencegahan maksimal kepada peserta didik dan guru dari keterpaparan corona," jelas Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan, Jumat (4/12/2020).
Menurut dia, potensi anak dan guru terpapar virus corona cukup tinggi. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa dari sembilan orang ada satu anak reaktif COVID.
Lihat Juga :