UMM Kembali Juara Kontes Mobil Hemat Energi
Minggu, 06 Desember 2020 - 11:11 WIB
Tim Mahasiswa UMM berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020. Foto/Dok/Humas UMM
JAKARTA - Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020. Ajang ini digelar pada 8 Oktober hingga 30 November 2020, bertempat di Univesitas Indonesia (UI). Dalam kompetisi tersebut, tim Mekatronik dan Srikandi berhasil mengharumkan nama UMM dengan meraih juara 3 dalam kategori urban concept (city car) listrik dan urban concept (city car) gasoline.
KMHE sendiri merupakan kompetisi tahunan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kompetisi ini bertujuan untuk mengadu kreasi mobil mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. (Baca juga: Teknologi Sensor Bawah Laut Karya Mahasiswa ITS Raih 2 Penghargaan Internasional )
Annisa Widya Nurmalitasari, salah satu anggota tim Srikandi menuturkan bahwa mereka sudah merancang desain mobil sejak jauh-jauh hari. Hal itu dilakukan agar desain yang disusun bisa maksimal dan mendapatkan hasil yang terbaik. Meski begitu, masih ada beberapa kendala yang muncul, baik dari segi praktik maupun teori.
“Meski sudah dipersiapkan sejak tiga bulan lalu, kami sempat kesulitan utuk merancang desain ideal untuk kompetisi ini. Apalagi tahun ini kami hanya bisa membayangkan tanpa menyentuh dan menyusun prototipe. Selain itu kami juga membutuhkan lebih banyak teori untuk menjelaskan desain mobil yang dibuat,” ungkapnya.
KMHE sendiri merupakan kompetisi tahunan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kompetisi ini bertujuan untuk mengadu kreasi mobil mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. (Baca juga: Teknologi Sensor Bawah Laut Karya Mahasiswa ITS Raih 2 Penghargaan Internasional )
Annisa Widya Nurmalitasari, salah satu anggota tim Srikandi menuturkan bahwa mereka sudah merancang desain mobil sejak jauh-jauh hari. Hal itu dilakukan agar desain yang disusun bisa maksimal dan mendapatkan hasil yang terbaik. Meski begitu, masih ada beberapa kendala yang muncul, baik dari segi praktik maupun teori.
“Meski sudah dipersiapkan sejak tiga bulan lalu, kami sempat kesulitan utuk merancang desain ideal untuk kompetisi ini. Apalagi tahun ini kami hanya bisa membayangkan tanpa menyentuh dan menyusun prototipe. Selain itu kami juga membutuhkan lebih banyak teori untuk menjelaskan desain mobil yang dibuat,” ungkapnya.
Lihat Juga :