Peneliti UI Beberkan Hasil Riset PJJ Selama Pandemi Covid-19
Senin, 14 Desember 2020 - 11:25 WIB
"Survei online berhasil menjaring 2.320 responden yang terdiri atas 1.819 responden peserta didik (siswa dan mahasiswa),267 responden pengajar (guru dan dosen),serta 234 orang tua. Penelitian menghasilkan tiga serial temuan, dimana untuk temuan pertama kami memfokuskan diri pada variable jenis pengetahuan, persepsi siswa/mahasiswa terhadap kompetensi pengajar, pemenuhan informasi dan gaya belajar (learning style),"ungkapnya. (Baca juga: Pendaftaran SBMPTN Dimulai Maret 2021 )
Peneliti PJJ lainnya, Nadia Yovani menambahkan studi ini menemukan bahwa jenis pengetahuan yang banyak diperoleh peserta didik selama periode PJJ ialah Tacit Knowledge yaitu pengetahuan yang berasal dari pengalaman, dan hanya mampu dipahami oleh orang yang mengalaminya. “Hal ini sejalan dengan temuan bahwa para pengajar lebih banyak menyampaikan materi dengan model konsultatif,” katanya.
Nadia mengungkapkan pengajar memainkan peran sebagai fasilitator dan motivator bagi peserta didik. Para pengajar sudah mampu memainkan peran sebagai pengajar yang sesuai dengan karakter pembelajaran jarak jauh. Studi ini mendapati juga bahwa gaya belajar para peserta didik didominasi dengan gaya reflektif (58%) dan intuitif (52%).
“Reflektif mengacu kepada gaya belajar yang memikirkan materi dalam-dalam ketimbang mempraktekkannya. Sedangkan gaya intuitif mengacu pada upaya mempelajari konsep. Tidak hanya itu gaya belajar global, yaitu gaya yang mengacu kepada kemampuan untuk mengerti gambaran utuh secara jelas namun kabur untuk detil materinya, juga memperlihatkan persentase yang tinggi yaitu sebesar (72%). Serta gaya belajar yang menekankan pada gaya verbal, yaitu berdiskusi dengan sesama peserta didik, juga cukup besar (56%),” tutupnya.
Peneliti PJJ lainnya, Nadia Yovani menambahkan studi ini menemukan bahwa jenis pengetahuan yang banyak diperoleh peserta didik selama periode PJJ ialah Tacit Knowledge yaitu pengetahuan yang berasal dari pengalaman, dan hanya mampu dipahami oleh orang yang mengalaminya. “Hal ini sejalan dengan temuan bahwa para pengajar lebih banyak menyampaikan materi dengan model konsultatif,” katanya.
Nadia mengungkapkan pengajar memainkan peran sebagai fasilitator dan motivator bagi peserta didik. Para pengajar sudah mampu memainkan peran sebagai pengajar yang sesuai dengan karakter pembelajaran jarak jauh. Studi ini mendapati juga bahwa gaya belajar para peserta didik didominasi dengan gaya reflektif (58%) dan intuitif (52%).
“Reflektif mengacu kepada gaya belajar yang memikirkan materi dalam-dalam ketimbang mempraktekkannya. Sedangkan gaya intuitif mengacu pada upaya mempelajari konsep. Tidak hanya itu gaya belajar global, yaitu gaya yang mengacu kepada kemampuan untuk mengerti gambaran utuh secara jelas namun kabur untuk detil materinya, juga memperlihatkan persentase yang tinggi yaitu sebesar (72%). Serta gaya belajar yang menekankan pada gaya verbal, yaitu berdiskusi dengan sesama peserta didik, juga cukup besar (56%),” tutupnya.
(mpw)
Lihat Juga :