Festival Budaya di KBRI Cairo Terapkan Konsep Edukasi, Diplomasi dan Promosi
Kamis, 17 Desember 2020 - 12:06 WIB
KBRI Cairo memperkuat hubungan bilateral dengan Negara Mesir, di antaranya melalui Festival Budaya Indonesia di kampus Universitas Mansoura, Mesir. Foto/ist
JAKARTA - KBRI Cairo semakin gencar dan intens memperkuat hubungan bilateral dengan Negara Mesir, di antaranya melalui Festival Budaya Indonesia di kampus Universitas Mansoura, Mesir.
Dikemas dengan konsep “paket komplet” yaitu edukasi, diplomasi dan promosi, festival budaya kali ini bertujuan untuk mempromosikan pendidikan, kebudayaan, perdagangan, politik, dan ekonomi Indonesia kepada masyarakat Mesir. (Baca juga: Salip 45 Negara, Tim Fisika Indonesia Raih 2 Emas 1 Perunggu pada IdPhO 2020 )
Kepala Perwakilan atau KUAI KBRI Cairo, M. Aji Surya mengatakan acara ini adalah cermin kekayaan budaya Indonesia. Indonesia terletak di Asia Tenggara, terdiri dari 17 ribu pulau, memiliki lebih dari 300 suku bangsa, lebih dari 600 bahasa daerah, dan setiap suku memiliki seni budaya masing-masing.
“Festival budaya Indonesia ini bukan merupakan tujuan dari misi diplomasi kami, tetapi merupakan instrumen untuk mewujudkan mimpi kita bersama, yaitu misi kemanusian yang penuh dengan kedamaian, keharmonisan, toleransi, dan saling menghormati. Unity in diversity,” katanya melalui siaran pers, Kamis (17/12).
Dikemas dengan konsep “paket komplet” yaitu edukasi, diplomasi dan promosi, festival budaya kali ini bertujuan untuk mempromosikan pendidikan, kebudayaan, perdagangan, politik, dan ekonomi Indonesia kepada masyarakat Mesir. (Baca juga: Salip 45 Negara, Tim Fisika Indonesia Raih 2 Emas 1 Perunggu pada IdPhO 2020 )
Kepala Perwakilan atau KUAI KBRI Cairo, M. Aji Surya mengatakan acara ini adalah cermin kekayaan budaya Indonesia. Indonesia terletak di Asia Tenggara, terdiri dari 17 ribu pulau, memiliki lebih dari 300 suku bangsa, lebih dari 600 bahasa daerah, dan setiap suku memiliki seni budaya masing-masing.
“Festival budaya Indonesia ini bukan merupakan tujuan dari misi diplomasi kami, tetapi merupakan instrumen untuk mewujudkan mimpi kita bersama, yaitu misi kemanusian yang penuh dengan kedamaian, keharmonisan, toleransi, dan saling menghormati. Unity in diversity,” katanya melalui siaran pers, Kamis (17/12).
Lihat Juga :