2 Mahasiswa Telkom University Ciptakan Alat Pelindung Dokter Gigi
Kamis, 17 Desember 2020 - 21:58 WIB
“Alat ini sendiri dilengkapi dengan Mesin Vacuum Aerosol & Droplets yang menggunakan HEPA Filter Sterilisasi Bakteri dan Sinar UV-C Sanitizer, dan cara kerjanya melalui mesin vacuum berdaya sedot tinggi, dengan jalur yang terhubung ke beberapa box, Box 1 Sinar UV-C Sanitizer dua titik, lalu terhubung ke box 2 Sinar UV-C Sanitizer dan HEPA Filter sebagai Filter Sterilisasi Bakteri yang ada di ruangan. Sistem vacum sedot aerosol dan droplets ini dihubungkan langsung pada posisi rongga mulut pasien, saat dokter melakukan pemeriksaan rongga mulut.” Jelasnya. (Baca juga: Mahasiswa ITS Inovasikan Keramba dengan Teknologi Mutakhir )
Hardy menjelaskan, alat yang dibangun selama kurang lebih 4 bulan ini, selain dibantu oleh beberapa tim dosen baik dari FIK dan FTE, juga ada beberapa tim mahasiswa yang terlibat. Dan dalam prosesnya alat ini telah diuji coba di Klinik Pratama Telkom University yang direspon cukup baik oleh dokter gigi bersangkutan.
“Selama uji coba, kami mendapat respon baik dari pihak Klinik Pratama dan Telkom Medika, selain itu kami juga mendapat dukungan dari perkumpulan dr Gigi di Universitas Airlangga Surabaya, dan UNAIR menjadi salah satu universitas yang mendukung di riset kami ini.” Jelasnya.
Kedepannya Hardy berharap alat ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh dokter gigi di Indonesia, mengingat dalam kondisi pandemic ini, dokter gigi bisa mendapat perlindungan lebih melalui alat tersebut.
“Besar harapan kami produk inovasi ini akan berkembang kedepannya dan berkontribusi bagi dunia medis di Indonesia khususnya dunia kedokteran gigi, sebagai perlindungan praktek di saat pandemik, karena, mau tidak mau, pemeriksaan kondisi mulut di dokter gigi harus berjalan, guna menghindari kondisi gigi semakin parah.” Jelasnya.
Hardy menjelaskan, alat yang dibangun selama kurang lebih 4 bulan ini, selain dibantu oleh beberapa tim dosen baik dari FIK dan FTE, juga ada beberapa tim mahasiswa yang terlibat. Dan dalam prosesnya alat ini telah diuji coba di Klinik Pratama Telkom University yang direspon cukup baik oleh dokter gigi bersangkutan.
“Selama uji coba, kami mendapat respon baik dari pihak Klinik Pratama dan Telkom Medika, selain itu kami juga mendapat dukungan dari perkumpulan dr Gigi di Universitas Airlangga Surabaya, dan UNAIR menjadi salah satu universitas yang mendukung di riset kami ini.” Jelasnya.
Kedepannya Hardy berharap alat ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh dokter gigi di Indonesia, mengingat dalam kondisi pandemic ini, dokter gigi bisa mendapat perlindungan lebih melalui alat tersebut.
“Besar harapan kami produk inovasi ini akan berkembang kedepannya dan berkontribusi bagi dunia medis di Indonesia khususnya dunia kedokteran gigi, sebagai perlindungan praktek di saat pandemik, karena, mau tidak mau, pemeriksaan kondisi mulut di dokter gigi harus berjalan, guna menghindari kondisi gigi semakin parah.” Jelasnya.
(mpw)
Lihat Juga :