Jaga Keselamatan Mahasiswa-Dosen, Kemenag Optimalkan Model Hybrid di PTKI
Rabu, 23 Desember 2020 - 13:50 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Muhammad Ali Ramdhani. Foto/Dok/Humas Kemenag
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan kewenangan membuka perkuliahan tatap muka (PTM) pada awal Januari 2021 mendatang kepada pemerintah daerah (Pemda). Hal tersebut mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang telah ditetapkan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, meskipun mengacu pada SKB 4 menteri, namun pihaknya tetap akan mengoptimalkan model perkuliahan hybrid di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yakni mengkombinasikan perkuliahan luring dan daring. (Baca juga: Era Teknologi, Minat Siswa Madrasah Terjun ke Dunia Sains Terus Meningkat )
"Kami akan mencoba kuliah tatap muka dengan skala terbatas. Pembelajaran tatap muka dilakukan dengan beberapa metode, hybrid menjadi salah satu pilihan selain drive-thru, atau guru kunjung untuk jenjang madrasah," terang Dhani kepada awak media secara virtual, Selasa (22/12/2020).
Dhani mempertahankan skema hybrid dengan alasan menjaga keselamatan mahasiswa dan dosen, di tengah pandemi Covid-19 di Tanah Air."Penekankan kami di maqhasid al-syariyyah. Karena itu kami harus berkoordinasi dengan mereka yang memegang penuh kendali di daerah," ujar Guru Besar di Universitas Islam Negeri Bandung tersebut.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, meskipun mengacu pada SKB 4 menteri, namun pihaknya tetap akan mengoptimalkan model perkuliahan hybrid di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yakni mengkombinasikan perkuliahan luring dan daring. (Baca juga: Era Teknologi, Minat Siswa Madrasah Terjun ke Dunia Sains Terus Meningkat )
"Kami akan mencoba kuliah tatap muka dengan skala terbatas. Pembelajaran tatap muka dilakukan dengan beberapa metode, hybrid menjadi salah satu pilihan selain drive-thru, atau guru kunjung untuk jenjang madrasah," terang Dhani kepada awak media secara virtual, Selasa (22/12/2020).
Dhani mempertahankan skema hybrid dengan alasan menjaga keselamatan mahasiswa dan dosen, di tengah pandemi Covid-19 di Tanah Air."Penekankan kami di maqhasid al-syariyyah. Karena itu kami harus berkoordinasi dengan mereka yang memegang penuh kendali di daerah," ujar Guru Besar di Universitas Islam Negeri Bandung tersebut.
Lihat Juga :