Prioritas, Menkeu Lanjutkan Program Subsidi Kuota Internet Pendidikan
Kamis, 24 Desember 2020 - 01:13 WIB
Seorang siswa sekolah dasar (SD) fokus memeperhatikan gawainya saat mengikuti pembelajaran jarak jauh di rumahnya. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut program subsidi internet bagi dunia pendidikan akan dilanjutkan pada tahun depan. Menurut dia, program ini menjadi salah satu prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.
Dalam APBN 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran mencapai Rp550 triliun di bidang pendidikan. Belanja pendidikan akan disalurkan baik melalui belanja pemerintah pusat ataupun Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). (Baca juga: Ini Pesan Menteri Agama untuk Penerima Program 5000 Doktor )
"Belanja pendidikan masih merupakan belanja yang utama, Rp550 triliun terutama untuk mendukung berbagai kebijakan di sektor reformasi pendidikan, termasuk masih akan memberikan dukungan kepada biaya internet bagi murid, mahasiswa, dan guru," kata dia dalam webinar 'Outlook Perekonomian Indonesia 2021' di Jakarta, Selasa (22/12).
Dalam paparannya, Sri Mulyani menjelaskan, anggaran pendidikan akan digunakan untuk peningkatan skor PISA (Programme for International Student Assessment), penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga peningkatan kompetensi guru.
Dalam APBN 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran mencapai Rp550 triliun di bidang pendidikan. Belanja pendidikan akan disalurkan baik melalui belanja pemerintah pusat ataupun Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). (Baca juga: Ini Pesan Menteri Agama untuk Penerima Program 5000 Doktor )
"Belanja pendidikan masih merupakan belanja yang utama, Rp550 triliun terutama untuk mendukung berbagai kebijakan di sektor reformasi pendidikan, termasuk masih akan memberikan dukungan kepada biaya internet bagi murid, mahasiswa, dan guru," kata dia dalam webinar 'Outlook Perekonomian Indonesia 2021' di Jakarta, Selasa (22/12).
Dalam paparannya, Sri Mulyani menjelaskan, anggaran pendidikan akan digunakan untuk peningkatan skor PISA (Programme for International Student Assessment), penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga peningkatan kompetensi guru.
Lihat Juga :